Batik yang dulu dianggap ketinggalan zaman, kini telah menjadi identitas bangsa. Dalam perkembangannya, motif batik tidak melulu seperti yang dikenal oleh orangtua kita. Tapi, batik turut berevolusi agar sesuai dengan tren dan permintaan penggunanya, sehingga batik tetap lestari dan menjadi preferensi masyarakat Indonesia.

Itulah yang ingin Amanda Hartanto perjuangkan. Lewat batik yang mengandung filosofi leluhur nan inspiratif, Amanda menuangkan sentuhan modern di setiap lembar kain. Perancang yang akrab disapa Manda ini memiliki harapan agar kain batik tak hanya dipandang sebagai warisan nenek moyang, melainkan sebuah karya anak bangsa yang layak ditampilkan di pentas internasional sebagai busana sehari-hari dan formal.

Manda, memulai bisnisnya dari proses tugas kuliah S1 yang berlanjut hingga ia meraih gelar S2-nya. Dari hasil menjual batik ‘tugas’ ini, Manda mengumpulkan uang untuk memulai bisnisnya sendiri, Amanda Hartanto Batik. Rancangannya memiliki kesan etnik, chic, dan unik. Motifnya yang dibuat dari canting, malam, dan cap tembaga memiliki kefleksibelan, sehingga kainnya bisa dipakai di segala suasana.

Ia mengaku, hal yang paling menantang adalah bagaimana merancang kain batik yang unik dan bagus agar orang tertarik mau memakainya dan tidak lagi menganggap batik adalah sesuatu yang kuno. Keingian terbesarnya adalah ia ingin menginspirasi lebih banyak orang, membuat karya yang dicintai dan disukai masyarakat dan bisa mengharumkan nama Indonesia di seluruh dunia.