Inspirasi datangnya tidak hanya dari para pebisnis profesional terkenal, jika ada yang bermanfaat meski datang dari anak-aak, kita yang lebih dewasa patut untuk menjadikannya sebagai masukan untuk membantu mencapai kesuksesan.

Almeyda Nayara, bocah SD berumur 9 tahun ini mendapatan Rp 60 juta dari bisnis yang dilakukannya dan terbilang sederhana, hanya membuat dan menjual Slime. Slime adalah sebuah mainan yang beberapa waktu belakangan ini ramai beredar dan menjadi favorit di berbagai wilayah. bentuknya yang kenyal dan berwarna-warni, Slime dapat dibentuk dan dimainkan menjadi apa saja.

Awal Mula Membuat Slime

Almeyda mengenal Slime pertama kalinya dari temannya, ia langsung jatuh hati. Namun tidak seperti kebanyakan anak-anak lainnya, rasa penarasan bagaimana cara membuat Slime ini tercetus dalam dirinya. Hingga ia pun mencari berbagai informasi, dan hebatnya informasi yang didapatkannya pun langsung dicoba untuk di praktekan sendiri. Meski berkali-kali gagal Naya tidak kehabisan akal apalagi berhenti untuk mencoba. Aneka bahan-bahan dan teknik pembuatan pun terus dilakukan, dengan biaya seadanya yang dia dapatkan dari sang orangtua.

Memperkenalkan Slime

Slime buatan Naya sering mengundang rasa penasaran teman-temannya. Langkah sukses dalam bisnisnya pun dimulai, di tengah ketertarikannya teman-teman Naya pada Slime, dan kebetulan sekolah tempat Naya menuntut ilmu mengadakan Event Enterpreneur yang mengharuskan siswanya belajar menjual barang apa saja. Kesempatan itupun di ambil Naya untuk menjual Slime kepada teman-temannya. Dijajakan Slime buatannya itu, di bandrol dengan harga Rp 8 ribu. Dan teman-teman sebaya Naya langsung membeli jualannya karena tertarik pada Slime.

Bisnis Menguntungkan

Dari usaha kecil-kecilan, lalu dikembangkan dengan bantuan orang tua dan keluarga untuk mengarahkan Naya agar kreativitasnya semakin terasah. Hingga sekarang bisnis Slimenya mampu sukses laris manis di pasaran yang lebih luas. Dengan memanfaatkan pemasaran melalui media sosial, maka keuntungan yang didapatkan Naya semakin banyak. Disamping itu juga, Naya telah belajar bersedekah dan menyisihkan sebagian penghasilannya untuk dibelikan Al-Qur’an yang diberikan ke tempat pengajian disekitar rumahnya.