Jika bicara food truck, belum lengkap jika belum membahas atau mencoba menu-menu sedap dari Amerigo. Food truck ini bisa dibilang salah satu dari pionir dari usaha kuliner berjalan dalam mobil di Indonesia belakangan ini.

Jualan makanan dengan mobil memang tidak asing di Indonesia. Sebagian pedagang sayur, pernak-pernik dapur, pecel, bakso, atau sate sudah menggunakan mobil bak terbuka atau kendaraan roda tiga berkeliling kampung menjajakan dagangan.

Lantas, apa bedanya dengan food truck? Kendaraan dalam food truck memiliki desain khusus dari sisi konstruksi dan rupa. Ada dapur untuk memproses makanan dan umumnya menawarkan menu tematis. Food truck juga dinilai berbeda dengan pedagang yang ada selama ini, karena mereka masih memproses makanan di kendaraan, tak sekadar memajang dan menjualnya. Esensinya adalah terus bergerak. Oleh karena itu, kendaraan didesain menjadi dapur sekaligus kios yang bisa berpindah-pindah tempat

Food_Truck_Amerigo-03

Amerigo sendiri tergolong unik karena food truck ini menawarkan berbagai panganan dari berbagai belahan dunia. Sebut saja dari nasi ayam biryani dari India, beef burger dari Amerika, japchae dari Korea, dan poutine dari Kanada. Mereka mematok harga yang terjangkau untuk kalangan urban di Jakarta, yaitu Rp20.000-Rp40.000 per menunya.

Untuk memulai usahanya memang tidak mudah, para pendiri Amerigo berjuang mendapatkan modal hingga Rp700 juta dari investor melalui proposal usaha. Mereka membuat detail rencana dan target periodik. Alhasil, Amerigo yang sekarang beroperasi di atas truk Mitsubishi Colt FE 71 L yang memiliki panjang total 5,75 meter, lengkap dengan dapur bergerak. Kompor, alat pendingin, pemanggang, penggorengan, serta rak dan meja tertata di dapur kendaraan. Mereka mengaku Amerigo bisa meraup omzet Rp 134 juta pada bulan pertama ketika mereka memulai usaha.

Mau melihat aksi Amerigo? Silakan simak video berikut:

Punya inspirasi kuliner lainnya? Ayo share di sini!