Seringkali orangtua dan bahkan kita sendiri terpaku pada nilai rapor. Semakin bagus nilai rapornya semakin bisa membanggakan. Namun, rupanya nilai rapor tidak memengaruhi masa depan seorang Andika Sutoro Putra. Pria yang akrab disapa Putra ini memiliki sejarah nilai rapor yang jeblok. Ya, Putra memang memiliki sejarah tidak mengenakan dengan buku laporan nilai siswa itu, tak jarang orangtuanya dipanggil karena nilainya yang rendah tersebut.

Putra juga terlahir dalam keluarga yang memiliki keterbatasan biaya. Meski begitu, Putra tidak lelah untuk mengubah nasib dirinya dan keluarganya. Lewat mental bisnis yang dimilikinya, ia memulai perjalanannya menjadi miliarder dengan merintis berbagai usaha online, milai dari pakaian, interior, garmen, kuliner, hingga properti. Uniknya, hasil yang ia dapatkan tidak langsung ia hamburkan. Putera memutuskan menggunakan uangnya untuk mengikuti kelas Tung Desem Waringin, seorang sosok motivator bisnis dan investasi.

Dalam menjalankan bisnis dan investasi, Putra mengaku tidak semudah membalikkan telapak tangan. Salah satu hal yang pernah dialaminya adalah dalam waktu dua tahun, banyak usaha yang dibangunnya mengalami kegagalan. Kegagalan tersebut di antaranya disebabkan oleh investasi bodong, dan alhasil dana yang ia kelola mengalami penurunan yang drastis.

Meski begitu, Putra tidak menyerah. Alhasil pada usianya yang saat itu baru menginjak 18 tahun, Putra telah memiliki empat apartemen dan mobil. Kemudian ia melanjutkan investasi di bidang real estate yang bernilai Rp30 Miliar dan membuahkan 22 ruko di Kalimantan Barat. Saat ini, Putra memiliki beberapa proyek properti  yang tersebar di Bandung, Bintaro, dan Bali.

Selain itu, Putra juga membangun sebuah komunitas yang dinamakan Richvolution Community yang dahulu bernama Komunitas Investor Muda Indonesia. Komunitas ini memiliki visi untuk mengubah pola pikir sarjana untuk menciptakan lapangan kerja, bukan hanya mencari kerja.