Seni menyajikan makanan molecular gastronomi tengah naik daun beberapa tahun belakangan ini. Makanan yang disajikan dengan bentuk-bentuk tidak umum dan diolah dengan ilmu fisiokimiawi ini termasuk ke dalam sajian premium, sejajar dengan hidangan klasik ala Prancis. Adapun seorang putera Indonesia yang mengaku tidak punya pengalaman di bidang kuliner dan harus belajar secara otodidak, Andrian Ishak nekad membuka sebuah restoran bertema molecular gastronomi yang bernama Namaaz Dining.

Andrian yang mencintai seni mengaku ingin berbisnis kuliner yang bisa memberikan pengalaman tak terlupakan bagi pengunjung restorannya sekaligus mengenyangkan. Namaz Dining-pun tercipta di tahun 2013. Di restoran ini, Andrian – yang merupakan koki molecular gastronomy pertama di Indonesia – menyajikan 17 menu makanan dengan konsep unik dalam durasi 2-3 jam.

Para pengunjung akan disajikan makanan-makanan unik seperti makanan berbentuk pensil dengan rasa soto ayam, pasta gigi rasa dodol dan sebagainya. Ya, Andrian memang menyajikan makanan Indonesia di restorannya. Ia ingin meningkatkan nilai makanan nusantara yang sering kali hanya jadi kelas dua dibanding makanan internasional.

Siapapun bisa datang ke restoran ini tanpa khawatir akan tata krama yang biasa diterapkan di fine dining. Karena pada dasarnya Andrian ingin menjadikan Namaaz Dining sebuah restoran yang fun dan tidak mengintimidasi pengunjungnya.

Buat kamu yang ingin mengunjungi restoran ini harus melakukan reservasi sebelumnya di website Namaaz Dining.

Berikut adalah kisah lengkap Andrian dan Namaaz Dining: