Sempat bingung mau kerja apa setelah menyelesaikan pendidikannya di Negeri Kanguru, Anne Patricia Soemarko memutuskan untuk membuat produk dari material rotan dan menjualnya secara online; mengingat ayahnya memiliki pabrik rotan di Banjarmasin yang bisa ia manfaatkan sebagai tempat produksi.

Ayahnya sendiri telah memiliki pabrik rotan sejak tahun 1985, di mana pada saat itu di Jepang sedang booming produk lampit yang terbuat dari rotan, ditambah lagi sedikitnya pesaing membuat keluarga Anne memanfaatkan peluang ini. Alhasil, Anne dan keluarga berhasil menjadi salah satu eksportir ke Negeri Sakura hingga saat ini.

Karena kesuksesan itulah, Anne memutuskan untuk membuat brand-nya sendiri yang ia namakan Native Borneo karena yang ia jual adalah kerajinan alam yang berasal dari Kalimantan alias Borneo. Idenya untuk memanfaatkan e-commerce yang tengah naik daun sudah ada sejak saat ia masih kuliah di Australia. Menyadari manfaatnya, Anne menyadari bahwa tren ini akan segera merambah Indonesia yang memiliki penduduk sangat besar dan memiliki potensi luas.

Meski e-commmerce sudah marak sekembalinya Anne dari Australia, ia menemui kesulitan mendapatkan pembeli. Walaupun sulit, Anne tidak menyerah dan menawarkannya ke berbagai situs jual beli online yang digemari masyarakat Indonesia. Selain marketplace, Anne juga menawarkan produknya lewat Facebook dan Instagram untuk menggaet anak muda yang aktif menggunakan sosial media.

Anne mengaku dalam memasarkan produknya di sosmed, ia harus menampilkan foto produk yang menarik dan berkualitas, juga konsisten untuk posting secara berkala.

ba

Native Borneo menawarkan hasil kerajinan alam Kalimantan yang berbahan dasar rotan, kayu, purun, eceng gondok dan lainnya. Hasilnya beragam, mulai dari dekorasi rumah tangga seperti karpet, keranjang, kasur lipat, taplak meja hingga ready to wear seperti topi dan tas.

Kelebihan yang dimiliki produk-produk Native Borneo adalah kekuatan, ringan dan awet. Hasil kerajinan tersebut ia jual dengan rentang harga yang cukup variatif, mulai dari Rp25.000 hingga Rp1.500.000. Berkat usahanya memasarkan produk-produknya di medsos, kini Anne bisa mengantongi omzet sekitar Rp100 juta per bulannya.