Apakah kamu akrab dengan kata “artisanal”? Yak, sesuai namanya, artisanal memang dekat dengan artis alias seniman atau penciptanya. Biasanya, kata artisan menggambarkan seseorang yang memiliki keahlian dalam hal kerajinan tangan dan produknya biasa disebut produk artisanal.

Tren mencari produk-produk artisanal ini bisa dibilang dibuat booming oleh generasi yang lahir di awal 1980 hingga akhir 2000. Mereka-mereka ini memiliki keterikatan akan hal yang original dan cinta nostalgia yang menyebabkan bangkitnya brand-brand artisanal.

Zaman sekarang, produk-produk artisanal ini semacam paradox karena karya-karya artisanal ini masih tetap diburu walaupun kebanyakan produk saat ini dibuat oleh pabrik. Alasannya sederhana, para konsumen mencari produk yang bisa memberi mereka ikatan emosional – produk-produk yang disesuaikan dengan kepribadian dan selera mereka, sehingga banyak dari konsumen yang mulai mengabaikan mass product yang dibuat oleh pabrik dan mencari alternatifnya, mulai dari baju, makanan, hingga kendaraan.

Lewat memproduksi dan bangkitnya brand artisanal, produsen bisa belajar beberapa hal berikut:

  • Memberikan orisinalitas
  • Membuat konsumen sebagai suara brand
  • Berlatih kejujuran ekstra saat tidak bisa memenuhi kebutuhan konsumen

Hal serupa dikatakan oleh Handoko Hendroyono, pencetus do.inc menyoal brand artisanal:

“Kini saatnya Brand Artisan… Apakah saat ini Brand yang bermental “mass” akan surut?
Apakah konsumen semakin “ogah” dengan Brand yang tak memiliki koneksi dua arah?
Apakah konsumen semakin sadar bahwa posisinya tak sekedar pembeli namun “pencari jati diri”? Setujukah bahwa Brand Artisan semakin relevan dan mengisi ruang hati konsumen?”

aaaaart