Dunia tarik suara mengenal sosok The Doors yang rebel dengan Jim Morisson sebagai front man yang pemberontak jaman. Tak hanya dunia tarik suara, dunia seni rupa mengenal Andy Warhol, ia secara visioner menyuarakan “commercial art” yang waktu itu begitu menohok. Dua tokoh legendaris itu membuktikan betapa pentingnya sebuah otentisitas. Kenapa saya begitu kagum atas visioner seorang Andy Warhol yang multi talenta? Karena membuat film, melukis, ilustrasi, sketsa, silk screen ataupun photography semuanya dilakukan secara authentic dan pesan yang jelas.

Bagaimana dengan jaman sekarang? Era digital yang luber informasi ini?

Terlebih lagi saat ini, AUTHENTIC VOICE sangat dibutuhkan supaya kita sebagai personal brand atau brand terlihat. Saya memperhatikan bahwa brand atau personal brand yang “kelihatan” atau melejit adalah mereka yang punya karakter kuat.

Dan karena informasi yang membludak atau sudah penuh sesak ini, sesuatu yang standar-standar saja tak akan memunculkan atensi. Lihat saja fenomena @ModCloth atau @Airbnb atau sebuah media baru bernama @DailyCandy yang menurut saya ada titik kesamaannya. Pada intinya kalau mau membuat brand haruslah yang “stand out from the crowd”. Kita harus berani menyuarakan apa yang menjadi kegilaan kita. Menjadi standar-standar saja tak ada yang melihat. Sedikit kontroversi adalah sebuah pilihan.

Era digital ini seperti memaksa siapapun untuk kreatif, bahkan untuk brand yang sudah mapan dan berjalan lama. Brand lama harus menemukan cara baru untuk melakukan engagement. Diperlukan cara-cara baru yang lebih approachable. Kenapa? Kalau tidak dilakukan ya akan ditinggalkan fans yang sudah ada.

Brand lama yang sudah mapan harus menciptakan AUTHENTIC VOICE bukan sekedar tag line atau jargon-jargon searah. Disinilah perlu dibangun apa yang disebut sebagai Srategic Territory. Ini yang membuat dunia marketing dan komunikasi menjadi seru dan menarik. Unsur budaya dan psikologi menjadi faktor penting. Tren menjadi pijakan dan data base adalah alat vital untuk memperkuat AUTHENTIC VOICE.

Saya jadi teringat pada waktu mampir ke Makassar beberapa saat lalu. Bertemu dengan Harianto Albarr @KangHarianto yang membangun tenaga listrik desa tenaga hidro. Dengan program Indonesia Terang, Albarr berhasil membuat terang 5 desa terpencil. Sebuah contoh riil AUTHENTIC VOICE yang ideal. Berangkat dari problem dan memberikan solusi. Inilah prospek brand di masa yang akan datang. Seperti @LufaFarm di Montreal yang menjadi Rooftops Garden Commercial pertama di dunia. Bayangkan, membangun lahan pertanian di atap gedung/pabrik dengan spirit yang sangat mengagumkan. Mengurangi polusi kota, mengurangi polusi jalanan, memanfaatkan lahan secara kreatif dan juga menyediakan sayuran dan buah segar dari kota di mana kita tinggal.

Sekarang saatnya bagi siapapun dan dimanapun mereka untuk mengambil peluang dengan menciptakan pembicaraan yang bermakna dengan melakukan tindakan nyata. Sudahkah kita memanfaatkan peluang ini?