Bambu telah lama menjadi bahan untuk membantu kehidupan kita sehari-hari. Namun, penggunaannya terbatas pada benda-benda sekitar kita yang tidak bisa kita gunakan di badan kita. Di tangan pria asal Bandung bernama Taufiq Rahman, serat dari bambu dapat digunakan untuk bahan membuat kaos kaki, pakaian, hingga sepatu.

Saat ini penggunaan bambu untuk menjadi barang siap pakai memang belum maksimal di Indonesia meski suplai bambu dirasa memadai. Hal inilah yang kemudian melatarbelakangi Taufiq untuk memulai inovasi industri tekstil di Indonesia.

Taufiq memulai bisnisnya mulai dari tahun 2010 dengan memproduksi kaus kaki sebelum akhirnya dia juga memproduksi kaus dan sweater. Di awal memulai usahanya, Managing Director dan juga Owner, Bamboo Studio ini kerap mengimpor benang bambu dari Cina, namun saat ini pihaknya telah mampu memintal serat bambu hingga akhirnya menjadi kaos kaki, pakaian, dan bahkan sepatu. Kemudian, dirinya memanfaatkan bahan baku bambu yang banyak ditemui di Bandung untuk diolah menjadi benang.

cd

Perjalanannya berwirausaha tidak bisa dibilang mulus. Taufiq kerap diketawain karena ia sulit membuktikan dan meyakinkan pada orang banyak bahwa barang yang ia produksi. Kini, pria asal Bandung ini mampu mengantongi omzet hingga Rp 250 juta setiap bulannya. Omzet yang didapatkannya pun terus meningkat seiring dengan mulai banyaknya peminat pakaian dari serat bambu.

Produk olahan bambu yang diproduksinya dijual dengan harga yang beragam dan relatif kompetitif dengan produk yang terbuat dari bahan katun. Ia mematok harga kaos kaki Rp 70.000 sampai Rp 100.000. T-shirt antara Rp 200.000 sampai Rp 400.000, sweater-nya Rp 500.000 dan sepatu dari Rp 400.000 sampai Rp 1 juta.

Saat ini, ia memiliki 25 orang karyawan dan produknya telah diimpor dan dikenalkan ke mancanegara melalui pameran-pameran.

 

Punya ide lain dalam memanfaatkan bahan di sekitar kita?