Telepon seluler, kemunculannya kurang lebih lima belas tahun lalu telah menjadi sebuah teknologi yang biasa pada hari ini. Nyaris semua orang diseluruh dunia memiliki telepon seluler untuk selalu terhubung. Dapat dipastikan, pertumbuhan industri aksesoris telepon seluler pun berkembang pesat, seperti spare part, headphones, dan kini, setelah dompet handphone dinilai terlalu ‘merepotkan’ hadir pelindung handphone dalam bentuk yang bermacam-macam, yang paling banyak hadir dalam bahan silicon atau karet. Namun Afrizal Rahardian Sodiq dan Nurulita Wijayanti mengunakan material bambu untuk membuat case handphone dengan brand Batik Geek.

Berawal dari tugas kuliah Studio Desain Komunikasi Visual di Telkom University, Afrizal dan Nurulita direkomendasikan oleh dosen mereka, Yanuar Rachman untuk mengikuti lomba Entrepreneurstar 2012 di School of Business and Management Institut Teknologi Bandung. Dalam kompetisi tersebut mereka berhasil menjadi juara kedua dan memenangkan uang tunai dana usaha. Tiga bulan kemudian mereka pun meluncurkan Batik Geek.

Langkah awal mengetes pasar, mereka membuat 50 buah handphone case dengan modal tiga juta rupiah. Pada awal produksi, Batik Geek mengerjakan produk secara handmade, namun permintaan yang semakin bertambah membuat para pengrajin yang sebagian besar dari Jepara, Jogja dan Solo kewalahan. Afrizal dan Nurulita kemudian membeli mesin CNC (Computer Numerical Control) untuk memproduksi case handphone secara masal, namun finishing dan beberapa tahapan lain masih dikerjakan secara manual. Workshop Batik Geek terletak di Jl. Antropologi No.6 Cigadung, Cibeunying Kaler Bandung, Jawa Barat, meski masih berskala rumahan namun telah mampu memproduksi 100 hingga 200 handphone case per bulannya.

Saat ini, pasokan handphone case kebanyakan berasal dari negeri tirai bambu, dengan berbagai model dan material. Melihat kenyataan tersebut, Batik Geek tidak takut pada persaingan dalam industri aksesoris telepon seluler dalam hal ini handphone case. Batik Geek memperhatikan desain dan detail, serta memastikan quality control per produk agar konsumen bisa mendapatkan produk terbaik. Berada di era e-commerce, Batik Geek melakukan pemasaran secara online melalui website mereka di www.batikgeek.com dan facebook.

Tidak semua tipe handphone dibuat casenya oleh Batik Geek, produk dikerucutkan hanya untuk ponsel pintar merk iPhone tipe 4S, 5S dan Samsung Galaxy Note 2,3 dan S 2,3,4. Agar model tidak monoton, secara berkala, Batik Geek mengeluarkan motif dan model terbaru. Batik Geek mengakui bahwa perputaran tren aksesoris ponsel sangat cepat sehingga membutuhkan kejelian dalam melihat perkembangan dalam bisnis ini.

Ketika permintaan makin meningkat, hambatan yang dihadapi Batik Geek adalah terbatasnya sumber daya, dikarenakan bambu Indonesia yang kurang memadai secara finishing untuk menjadi produk craft, Batik Geek harus mengimpor bambu. Selain itu mencari pengrajin juga merupakan hal yang tidak bisa dianggap remeh. Cita-cita mereka adalah ingin menghadirkan lebih banyak lagi case handphone untuk beragam jenis dan merk handphone yang belum bisa dibuat.

Batik Geek memberikan sebuah tips bagi entrepreneur yang ingin terjun ke bisnis aksesoris handphone, pertumbuhan ragam ponsel yang cepat biasanya membuat bingung case mana yang harus diproduksi lebih dulu, menurut Batik Geek, incar tipe ponsel yang paling popular, baru setelahnya mempelajari selera masyarakat.

Nah, sahabat, terinspirasi untuk memulai?