Jerzy Franciszek Kulczycki hingga hari ini dianggap sebagai pahlawan oleh bangsa Eropa.  Aksi heroiknya melakukan mata-mata dianggap sebagai peran penting kemenangan Barat atas pasukan Turki pada tahun 1683. Ketika Eropa bebas, Kulczycki mendapatkan beberapa biji kopi yang ditinggalkan oleh pasukan Turki. Ia kemudian mulai memperkenalkan kopi kepada seluruh warga dengan membuka kafé di Wina, Austria, dengan nama Hof zur Blauen Flasche (“House under the Blue Bottle”).

Rumah kopi tersebut merupakan yang pertama di Eropa. Kulczycki lalu melakukan inovasi. Ia meracik kopinya dengan tambahan susu, hal yang tidak pernah dilakukan oleh bangsa Turki. Hal ini menjadikan kafé miliknya semakin dikenal. Atas perannya, sebuah patung besar Kulczycki berpakaian Turki kemudian dibuatkan di jantung kota Wina. Selain itu, setiap bulan Oktober, sebagian pemilik kafé mengadakan festival khusus untuk menghormatinya.

11APR2013_JAMES_0191

Kisah kepahlawanan Kulczycki diatas menjadikan inspirasi W. James Freeman ketika mendirikan Blue Bottle Coffe Company di Oackland, California. Freeman yang dibesarkan di Humboldt County, daerah pedesaan dekat San Francisco yang dikenal banyak pohon raksasa redwood. Sebagai pribadi yang punya disiplin tinggi, Freeman juga memberlakukan kedisiplinan pada racikan kopi. Berlatar belakang seorang musisi, Freeman memadukan cita rasa kopinya dengan metode yang unik, bahkan mungkin berseni. Biji kopi dijaga kualitasnya dengan Roaster selama 48 jam sebelum pelanggan mencicipinya. Proses roasting ini dilakukan karena kopi yang didatangkan pun tidak sembarangan. Blue Bottle Coffee sengaja mengimpor biji-biji kopi terbaik dari seluruh dunia mulai dari Kenya, Ethiopia, Brazil, Kolombia, Meksiko hingga Indonesia.

Blue Bottle Brooklyn

Sejak membuka Blue Bottle Coffe pada tahun 2001, Freeman mulai mendapatkan sambutan dari pasar pecinta kopi. Ia terus menjual brandnya dengan story telling bahwa kopi yang baik tidak bisa didapatkan secara instan, namun butuh proses. Maka tidak heran, teknik menyeduh kopi di Blue Bottle pun tidak biasa. Misalnya ketika pelanggan memesan Drip Coffee, pelayan akan memperagakan langsung caranya. Setelah biji kopi dipilih dan dihaluskan, sebuah filter akan ditempatkan dalam cangkir yang berderet. Di bawahnya, sebuah teko berpadu dengan cangkir untuk menyaring air kopi yang akan disiram air panas bersuhu 600-700 ml.  Sementara menunggu biji kopi yang sedang diseduh, pelanggan dapat memilih aneka camilan yang tersedia.

Kini Blue Bottle Coffee sudah memiliki 12 gerai di beberapa lokasi di California dan New York City. Menu kopi yang ditawarkan Blue Bottle Coffe beragam. Selain Drip Coffe, ada juga French Press, Espresso, Milk and Art, AeroPress, Moka Pot, New Orleans Iced, Chemex Coffe, Nel Drip, dan Siphon Coffe.  

Seperti halnya Kulczycki, Blue Bottle Coffe mencerminkan keahlian dan kejelian. Inilah spirit yang dibawa James Freeman dengan kopi kulturnya agar kenikmatan kopi sesungguhnya bisa dikenal khalayak.

 

Sumber:
Blue Bottle Coffee
Fortune