Saat CEO dan para pendiri perusahaan-perusahaan besar kumpul dalam satu workshop seperti yang terjadi di hari ketiga C2MTL ini, yang terjadi adalah excitement dari 2000 peserta to be inspired and to be enlightened. Para executives dari Coca Cola, Adidas, Ford, INGDirect, Just For Laugh, Bitly, NFL, dan inilah yang paling ditunggu-tunggu, Sir Richard Branson dari Virgin Group  masing-masing sharing pengalaman dan tips-tips suksesnya.

> 80% Guts, 20% research: Modal nekad, kira-kira ini maksudnya. Menarik sekali karena tips ini keluar bukan dari entrepreneur, tapi justru dari seorang eksekutif senior Adidas (Nicole Vollebregt), sebuah brand dunia yang jadi market leader di seluruh dunia. Menurutnya, ternyata kenekatan dan kegilaan lebih penting daripada pertimbangan-pertimbangan lainnya, misalnya research. Kadang kita harus mengambil keputusan dengan cepat, on the spot, at critical times, dan “terpaksa” mengesampingkan pertimbangan-pertimbangan lainnya. Memang beresiko, tapi dalam banyak kasus prinsip ini lebih efektif.

> Fix your problem, before you fix others: Tips yang cukup generik ini disampaikan oleh Sir Richard Branson, pendiri Virgin Group yang fenomenal. Bagaimana kita bisa melakukan ekspansi keluar kalau kondisi internal kacau balau. Memang PR bagi seorang entreprenur cukup berat: beresin urusan rumah tangga (internal) dan melakukan kegiatan penjualan keluar. Keduanya harus dilakukan secara paralel. Skill ini harus dimiliki oleh setiap entrepreneur dan eksekutif kalau ingin sukses.

> Bring meaning and purpose to what the brand stands for: Sebagai pemilik brand dan perusahaan, kita harus yakin dan terus menerus mereview apa arti dan tujuan dari brand kita di mata konsumen dan stakeholders. Nasihat ini secara bersamaan disampaikan oleh Adidas, Coca Cola, Ford, dan yang lainnya. Brand-brand ini selalu mengkaji apa arti sesungguhnya dari sepatu, minuman dan mobil bagi konsumen. Sedikit filosofikal, tapi tanpa prinsip ini bisnis kita hanya akan jadi komoditi tidak punya nilai tinggi.

gabungan logo

 

> Do business like no tomorrow (but) dont take life too seriously, make fool of yourself, let people enjoy life: Wah, ini tips yang sangat kontradiktif dan sedikit membingungkan, tapi patut diperhatikan. Bukan karena ini tips dari Sir Richard Branson, tapi karena memang ada benarnya. Jadi maksudnya: sebagai pengusaha, kerja keras harus jadi modal utama. Karena tanpa hal ini, sukses akan susah diraih. Tapi kita juga harus bisa membagi waktu kapan untuk bekerja, kapan untuk melakukan hal2 lainnya. menikmati hidup (di luar pekerjaan) sama pentingnya karena ini akan memberikan kita perspektif dan inspirasi yang baru. Dan, prinsip ini juga harus kita terapkan kepada para pegawai kita di perusahaan. Biarkan mereka menikmati hidupnya, karena kata Sir Richard Branson, pegawai yang happy dan menarik hidupnya lebih produktif dan lebih berguna bagi perusahaan.