Dalam berbisnis, yang namanya berpartner mungkin menjadi sesuatu yang tidak terelakkan. Berpartner memiliki beberapa keuntungan dibandingkan jika kita berjuang sendiri. Dengan berpartner, beban modal dapat dibagi dengan merata, inovasi dapat dipikirkan bersama, dan jika merugi risikonya ditanggung setara.

Tapi berpartner bukan kendala yang mudah, justru kesetaraan itulah yang sering kali berbuntut keributan, karena tidak jelasnya hierarki kepemimpinan dan hierarchy respective yang ketat. Artinya, secara tidak langsung kesetaraan anda dan partner anda telah menyebabkan mis-manage dalam tim.

Berikut adalah beberapa tips berpartner:

Tentukan siapa pemimpinnya

Jika tidak ada kejelasan siapa yang menjadi pemimpin dalam berpartner, tidak ada kejelasan mengenai sistem menjalankan bisnis. Yang ada malah kita bertengkar melulu dengan partner kita. Setelah menentukan pemimpin, fokuslah pada tujuan, bukan ego atau pengakuan. Seorang pemimpin yang baik pastilah seorang pemain tim yang hebat.

Ambil untung dari kerugian

Ada partner yang ‘mau enaknya’ saja. Partner macam ini biasanya mengelak untuk mengelola bisnis dan hanya mau uangnya. Walau kesal karena kita harus bekerja lebih keras dibanding mereka dengan hasil yang dibagi rata, ambillah hikmahnya. Di saat mereka bermalas-malasan, kita telah melatih diri menjadi lebih terampil. Kita juga telah membuka jaringan bisnis yang tadinya tidak ada. Tanpa sengaja kita pun telah membangun reputasi di dunia usaha. Kalau begini, siapa sebenarnya yang rugi?

 

Punya tips lain untuk berpartner dengan lebih  baik? Silakan share di sini