Suntikan dana dari investor merupakan salah satu pendukung bagi wirausaha untuk bisa lebih berkembang dan bertahan. Tapi, memang diakui bahwa cara menggaet investor untuk mau menanamkan investasi pada brand kita tergolong sulit. Terlebih bagi brand yang baru muncul dan belum memiliki reputasi meyakinkan, bagi mereka investasi pada brand seperti itu layaknya gambling. Tentunya para investor memiliki kiat-kiat tersendiri untuk menilai apakah brand kita layak mereka dukung.

Meski sulit, jangan berpatah semangat dulu, karena investor-pun masih bisa ‘dibujuk’ dengan menggunakan business plan yang terancang dengan baik. Business plan yang baik biasanya memiliki kejelasan arah bisnis – para investor lebih menyukai brand yang dibutuhkan konsumen secara kontinu dan bukanlah musiman, lebih baik lagi jika brand tersebut bisa bersaing dengan kompetitor. Selain itu, kamu juga perlu punya strategi dan struktur perusahaan yang jelas, cara untuk melakukan pemasaran, gambaran karakter pasar, konsep ide bisnis, memperkirakan keuntungan bisnis, menghitung pengeluaran produksi dan operasional, tak lupa, kamu juga bisa mengira-ngira siapa saja kompetitor kamu.

Untuk membuatnya dengan baik, ikuti tips berikut:

Executive summary yang optimal: ibarat jendela, supaya investor tertarik buatlah bagian ini semenarik mungkin dan tidak bertele-tele. Bagian ini juga mencakup ringkasan singkat mengenai konsep bisnis yang kamu tawarkan.

Menjelaskan strategi pemasaran: tahapan ini dibuat setelah menganalisa pasar dan menentukan target pasar. Siapa dan kenapa memilih pangsa pasar tertentu. Tahapan ini erat kaitannya dengan marketing plan.

Membuat competitive analysis: inilah tahap di mana kamu memetakan siapa saja dan bagaimana kekuatan kompetitor di usaha serupa. Pada tahap ini kamu juga bisa mencantumkan strategi apa yang menguntungkan untuk bisnis, dan jika menemui hambatan, bagaimana cara membaliknya menjadi keuntungan.

Mendaftar sumber daya manusia: siapa saja yang terlibat dan akan menjalankan bisnis? Investor tentunya tertarik dengan sumber daya di balik layar.

Membuat analisa keuangan: buatlah perkiraan mengenai biaya-biaya yang dikeluarkan untuk operasional dan produksi bisnis. Kalau bisa, cantumkanlah perkiraan keuntungan yang akan diterima jika bisnis bisa berjalan dengan baik.

Prospek memperluas usaha: bisa dibilang inilah yang paling menarik bagi investor. Karena bagi mereka tentunya ingin tahu bagaimana bisnis tersebut tidak hanya berjalan untuk saat ini, tapi juga bagaimana di masa mendatang.

Merencanakan manajemen risiko: sebaik apapun konsep bisnis, yang namanya risiko akan selalu ada. Berilah solusi seandainya bisnis kamu menghadapi kemungkinan terburuknya.