Bukan rahasia lagi kalau orang Indonesia sukanya nongkrong sambil minum kopi atau nge-teh. Sebelum cafe menjadi booming, kita sudah punya warkop alias warung kopi. Keberadaan dan kebiasaan di warkop ini-pun berubah nama dan tampilan menjadi cafe yang berpenampilan unik dan memberikan kenyamanan. Cafe tidak lagi hanya menjadi tempat untuk minum kopi. Tempat membahas bisnispun beralih, dari ruangan yang kaku dan menyesakkan ke ruang cafe-cafe agar suasana menjadi lebih cair.

Saat ini lebih dari 10.000 cafe di Indonesia yang diprediksi masih akan terus tumbuh. Pada 2013-2018, total pendapatan sektor cafe diperkirakan meningkat dari USD 3,4 miliar menjadi USD 4,16 miliar. Peluang ini bisa dijadikan usaha mengingat kebiasaan orang Indonesia.

Kalau kamu tertarik untuk membuka cafe, perhatikan hal-hal berikut:

Lokasi

Lokasi menentukan 70% sukses tidaknya usaha cafe. Carilah tempat yang bisa dilihat banyak orang, misalnya di tepi jalan raya yang ramai, atau disamping kampus dan kantor.

Desain cafe

Tentukan dengan selera dan pasar yang ingin ditarget. Sebagai contoh, jangan buat desain cafe yang terlalu mewah bila targetnya adalah mahasiswa karena mereka cenderung ‘takut’ untuk mampir bila suatu tempat terlihat sangat mewah. Yang ada bukannya untung, tapi cafe malah sepi karena dekor yang berlebihan.

Menu

Perhatikan menu yang akan disajikan. Pastikan rasanya enak dan sesuai dengan lidah orang kebanyakan. Menu juga bisa dicocokkan dengan tema cafe; misalnya cafe yang bertema Prancis, bisa menyajikan minuman dan (biasanya) pastry yang populer di negara tersebut.

Fasilitas cafe

Ini dia yang bikin pelanggan awet di dalam cafe atau tertarik untuk mengunjunginya. Cafe bisa ditambah dengan welcome drink atau snack, musik yang cozy, atau wifi gratis, semua demi kenyamanan pengunjung.

 

Tertarik untuk mengetahui bidang wirausaha yang tengah hot saat ini? Kamu bisa cek dan follow @doinc_

Apa sih, yang bikin kamu tertarik mampir ke cafe? Ayo tulis komentar kamu!