Cheesecake, pastry yang populer ini pasti menarik selera. Namun, berbeda dengan cheesecake dari barat, cheesecake yang berasal dari negeri sakura memiliki tekstur berbeda. Bila tekstur cheesecake dari barat lebih cenderung padat dan creamy, cheesecake dari Jepang biasanya fluffy dan memiliki rasa keju subtle, maka tak jarang cheesecake asal Jepang ini biasa disebut Japanese Cotton Cheesecake.

Tertarik dengan cheesecake ala Jepang, Andy Ferwandy terpikir untuk membuat bisnis pastry ini. Lulusan sekolah bisnis di Melbourne ini kemudian mencari resepnya di internet, tapi dia kecewa karena rasa yang ia dapatkan tidak sama dengan yang cheesecake yang ia rasakan di Jepang. Penasaran, akhirnya ia memutuskan untuk berguru langsung di negara asalnya. Di sana, ia bertemu dengan chef  cheesecake yang awalnya enggan bekerja sama. Setelah negosiasi panjang, ia mau berbagi resep. Itu awal kemantapan saya untuk mendirikan Chizukek bersama rekan, William.

Dalam pemasarannya, Chizukek yang kini memiliki 50 ribu followers di Instagram, selalu mengedepankan customer service yang cepat dan respon aktif. Untuk promosi, cheesecake yang sering dibandingkan rasanya dengan cheesecake asli di negaranya ini mengaku hanya mengandalkan Instagram, karena mereka perlu menampilkan foto-foto yang bagus. Demi menjaga keautentikannya, bahan yang digunakan juga langsung diimpor dari Jepang.

Yang unik, Chizukek tidak memiliki toko fisik, karena Andy ingin berhati-hati mengingat cotton cheesecake sangat delicate dan perlu dikemas dalam suhu tertentu. Ini sebabnya Chizukek memiliki layanan online delivery mandiri.

Saran Andy untuk yang mau mulai berwirausaha, jangan takut untuk mengambil langkah awal. The first step is always the hard step. Lakukan banyak riset dan selalu utamakan pelanggan.