Siapa yang sangka panganan tradisional dodol bisa ‘naik peringkat’ hingga bisa menggoyang lidah masyarakat dunia?

Ya, berkat kreasi Kiki Gumelar yang mengkombinasikan jajanan ala Garut itu dengan cokelat dan menamainya Chocodot, kini dodol sudah bisa dinikmati penduduk Malaysia, Singapura, hingga Australia. Prospeknya bukan main-main, Chocodot sekarang telah mengalami perkembangan yang cukup signifikan dari naik dari 20% hingga 200% per tahun dari awal kehadirannya pada bulan Agustus 2009.

Ternyata Chocodot terlahir dari kejadian yang tidak disengaja. Menurut pengakuan Kiki, ia tidak sengaja menjatuhkan dodol yang akan ia makan ke dalam adonan cokelat, dan ternyata saat dimakan kembali, ternyata rasanya enak. Saat itulah muncul ide untuk mengkombinasikan keduanya dan melemparnya ke pasar.

 

Dilihat dari proses pembuatannya, untuk menghasilkan Chocodot ini terbilang mudah dan sederhana. Ada tiga varian cokelat yang digunakan dalam pembuatan chocodot yaitu dark chocholate, white chocolate, dan milk chocolate. Cokelat-cokelat batangan ini pertama-tama dilelehkan lalu dicetak kembali dengan diisi dodol aneka rasa pada bagian tengahnya.

Dodol yang digunakan sendiri adalah dodol keju dan dodol buah-buahan seperti jeruk, sirsak, duren, dan lain-lain. Proses berikutnya setelah dodol dimasukkan ke dalam cokelat adalah mendinginkan cetakan dengan suhu dibawah 400 C, hingga adonan cokelat dan dodol benar-benar menyatu.

chocodot session update 2

Selain rasanya yang enak, Chocodot memiliki unique selling point lain, yaitu penamaan rasa produknya yang tidak biasa. Seperti “cokelat obat stres” yang merupakan cokelat rasa mint. Ada juga “cokelat enteng jodoh” yang memiliki tiga varian yakni milk, soft, dan dark. Kemudian ada lagi “cokelat rasa sayang” yaitu cokelat dengan rasa milk.

 

Punya produk dalam negeri yang menjadi favorit Anda, atau ide kreatif yang siapa tahu bisa meledak di pasar? Silakan share disini!