Berawal dari keingiannya untuk menjadi atlet bela diri campuran (MMA), Julius Sathya mulai belajar mengenai nutrisi. Untuk membantunya mencapai berat yang ideal, Julius meminta bantuan koki untuk membuatkan makanan sesuai kebutuhannya. Karena merasa programnya baik, banyak teman Julius yang meminta untuk dibuatkan. Melihat hal ini bisa menjadi peluang usaha, Julius akhirnya mendirikan katering sehat di tahun 2011.

Setahun setelah bisnis kateringnya berjalan, tren hidup sehat mulai naik daun di seputar Ibu Kota. Cita-citanya untuk menjadi atlet MMA-pun tergeser karena Julius akhirnya mantap untuk menyeriusi bisnis kateringnya. Untuk membantunya mengelola bisnis yang tengah diminati ini, Julius menggandeng sahabatnya Yansen Suanlim sebagai rekan bisnisnya.

Butuh waktu cukup lama mematangkan semuanya hingga terbentuk Dapurfit di tahun 2012. Meskipun dalam jangka waktu tersebut mulai banyak katering sehat yang bermunculan, hal itu tidak menyurutkan niat Julius dan Yansen untuk meneruskan bisnisnya. Julius yakin dengan kualitas Dapurfit. Salah satunya lewat prinsip bahwa makanan sehat wajib enak dan anjuran agar tidak menjalani diet ketat.

Dapurfit membanderol harga mulai dari Rp 50 ribu per kotak makanan, menu-menu dapurfit biasanya ditawarkan dalam bentuk paket mingguan atau bulanan. Untuk pemasaran, Julius mengaku tidak ada strategi khusus dan hanya berdasarkan rekomendasi mulut ke mulut. Media sosial Instagram mereka manfaatkan untuk edukasi tentang makanan sehat.

Kini, Dapurfit disokong oleh 45 pekerja,  dan dapat memenuhi 400 kotak makanan setiap harinya dengan pelanggan 80% konsumen wanita dengan usia 24-34 tahun.