Ide memang bisa datang dari mana saja, bisa saja kamu tengah bercengkrama ide datang. Namun, apa yang bisa ‘memicu’ ide itu datang?

Dari diri sendiri: kalau kamu memiliki tekad kuat untuk berwirausaha, kamu akan memandang sekelilingmu sebagai ‘proyek’ yang bisa digarap dan menghasilkan.

Keadaan tertekan: meski terkesan terpaksa, tapi ada beberapa tipe orang yang baru menghasilkan ide bila berada di bawah tekanan.

Modifikasi dan inovasi: dengan memerhatikan sekitar, kamu bisa mengetahui apa yang dibutuhkan konsumen. Bila kamu sukses menemukan inovasi dan jadi perintis usaha, dijamin pelanggan akan langsung mengerubungi produkmu.

Pelengkap produk yang sudah ada: jika ada sebuah produk yang nge-hits tapi kamu merasa masih ada yang kurang, kamu bisa membuat pelengkapnya yang membuat user experience menjadi lebih baik.

Memerhatikan tren: apa sih yang sedang nge-hits? Kamu bisa coba ikut ride the wave di tengah tren. Walau terkesan mendompeleng ketenaran, siapa tahu setelah tren berlalu produkmulah yang bisa bertahan.