Bisnis kuliner memang nggak ada matinya. Siapa, sih yang nggak butuh makan?

Sama halnya dengan bisnis kuliner satu ini, cake and patisserie. Panganan manis dengan tampilan cantik ini memiliki penggemarnya tersendiri, di tambah lagi momen-momen perayaan yang terkadang nggak lengkap tanpa kehadiran cake.

Salah satunya adalah pattieserie besutan kakak beradik Keshia Deisra dan Karina Mecca yang diberi nama Dulcet Patisserie. Dulcet Patisserie sendiri bermakna “toko kue manis” sebuah padanan kata yang berasal dari bahasa Prancis Kuno dan Inggris yang dengan jelas menggambarkan bisnis mereka.

Uniknya, kakak beradik ini tidak memiliki pengalaman apapun di bidang baking. Saat memulai bisnisnya, Keshia baru lulus SMA sedangkan Karina baru saja masuk kuliah Jurusan Arsitektur. Keshia tidak melanjutkan pendidikannya di bangku kuliah, tapi ia tetap ingin mengembangkan kemampuan dirinya lewat menulis novel dan memanggang kue seadanya.

dul2

Meski awalnya bisnis ini hanya dilakukan untuk mengisi waktu luang, mereka memutuskan untuk menjual kue buatannya pada teman, keluarga, dan orang-orang terdekat. Karena mendapatkan respon positif, mereka memutuskan untuk melanjutkan bisnis kue manis ini.

Sebagai pembeda dengan toko kue lainnya, Dulcet Patisserie menawarkan varian kue yang rendah lemak dan gula, sehingga lebih bersahabat untuk dikonsumsi konsumennya yang sedang menjalankan diet. Untuk membuat kuenya, Dulcet Patisserie tidak menggunakan margarin, tapi menggunakan butter vegan yang harus diimpor supaya kualitas dan rasa kue tetap terjaga. Nilai plus lainnya adalah tekstur kue yang lebih ringan, jadi para konsumennya tidak merasa eneg setelah makan kue dari Dulcet Patisserie ini meski dalam jumlah banyak.

Awalnya Dulcet Patisserie hanya menjual cup cake, dan cake lain yang simpel. Tapi seiring bertambahnya pengalaman mereka, dua saudari ini mulai membuat lebih banyak varian kue, seperti kue sus, kue tradisional Prancis, hingga cake ciptaan mereka sendiri.

Bagi mereka, inovasi adalah suatu hal yang penting bila ingin bisnis berkembang. Sebagai contohnya, mereka terus mengeluarkan menu baru, yang hingga kini telah terkumpul ratusan menu dengan variasi rasa yang jadi favorit konsumennya.

Kerja keras dan semangat yang tinggi duo kakak beradik ini, kue-kue Dulcet Patisserie laris-manis diserbu pembeli dari berbagai macam latar belakang. Bahkan, omzet per bulan mereka kini mencapai Rp 300 juta dan bisa mempekerjakan 15 orang karyawan.