Seni berwirausaha ada pada momen jatuh bangun untuk bisa membangun bisnis. Bila semua dilalui dengan pantang menyerah, reward berupa kesuksesan pasti akan terasa lebih manis.

Begitu juga yang dialami oleh Wahyu Adjisetiawan, yang memiliki jiwa dagang sejak lama. Menyambi kuliah, ia tak segan berjualan serabutan seperti stiker, kaus,  hingga produk makanans seperti crepes dan pecel juga pernah dijalaninya. Dari situlah ia melatih naluri bisnisnya, berani mengambil risiko dan memanfaatkan peluang yang ada.

Suatu saat sebuah peluang besar datang menghampirinya, seorang dosen menghampirinya dan menawarkan kesempatan kepadanya untuk memeriahkan sebuah acara kampus dengan memesan tas sebanyak 400 buah sebagai souvenir. Bermodal nekad dan pengalaman bisnis yang telah ia miliki, Adji, begitu ia akrab disapa, langsung menyanggupi. Untuk membuat tasnya, Adji buru-buru mencari produsen tas yang bisa membuat tas sesuai spesifikasi dosen tersebut.

Rupanya memproduksi tas menarik hatinya, dan ia-pun menemukan passion-nya di dunia fashion ini sehingga ia memutuskan untuk fokus membuat tas bermerek Ortis. Peluang besar kembali menghampirinya saat ia memperoleh order sebanyak 5.000 buah tas dari Singapura.

Tak dikira, tas yang diproduksinya dan separuh sudah dikirimnya tersandung masalah hak cipta, ia harus menarik kembali tas yang sudah dikirim. Kejadian ini bisa dibilang tidak murah, ia harus membayar biaya pembuatan tas kepada pemasok dan di saat yang sama, harus membayar denda kepada distributor di Singapura akibat tidak terpenuhinya jumlah tas sesuai kontrak. Adji lalu menjelaskan kepada pemasoknya tentang masalah yang ia hadapi dan sekaligus minta untuk diberi kelonggaran waktu pembayaran. Berkat kepercayaan dan hubungan yang terjalin baik, akhirnya pemasok tasnya setuju untuk memberi kelonggaran bahkan malah menambah bahan baku.

Di tahun 2011, Adji kembali dengan brand tas barunya, Evrawood. Produknya sukses dipasaran, bahkan diminati oleh dunia, seperti di Malaysia, Singapura, Jerman, Belanda, Inggris dan Swedia. Di negara-negara tersebut, tas Evrawood tampil dan bersaing dengan merek-merek dunia seperti Braun Buffel, Camel Active, dan Condotti.

Tidak hanya mengelola pasar luar negeri, Adji-pun juga mengelola pasar dalam negeri. Evrawood ia pasarkan lewat marketplace online terpercaya dengan kisaran harga Rp450.000-Rp2.500.000, sementara untuk pasar mancanegara, ia mematok harga Rp1.500.000-Rp2.500.000.

Dalam produksinya, Adji dan Evrawood ikut memberdayakan masyarakat sekitar workshop-nya di Surabaya.  Ia menggandeng ibu-ibu rumah tangga untuk mengerjakan bagian pengeleman, melipat, dan menjahit. Dari pekerjaan tersebut, tiap orang bisa mengantongi upah sekitar Rp.500.000 hingga Rp.1.000.000 per bulan.