Tidak semua orang yang memulai bisnis dapat menjalankan bisnisnya secara konsisten. Menurut hasil penelitian, sebanyak 40% pelaku usaha pemula tidak dapat bertahan pada tahun pertama. Sedangkan dari 60% yang bertahan, 80% diantaranya rontok di 5 tahun pertama.

Menurut Fauzi Rachmanto, Presiden Komunitas Tangan di Atas, hal-hal tersebut harus dicegah sejak dini. Ia juga mengatakan ada tiga hal yang membuat bisnis tidak bertahan lama.

Pertama, tidak adanya tujuan yang jelas atau hanya sekedar ikut-ikutan. Dalam kondisi tersebut, biasanya ketika menghadapi masalah, para pelaku usaha tidak berani menghadapinya, bahkan terpaksa gulung tikar. Tujuan tersebut sebetulnya bisa didapatkan dari nilai-nilai positif yang ingin diwujudkan, hasrat yang ingin dilakukan terus menerus tanpa menjadikan uang sebagai landasan, serta visi yang ingin dicapai.

“Orang yang belum dapat tiga hal ini, maka dia belum mendapatkan tujuannya dalam berbisnis, dan biasanya akan gampang andilau (antara dilema dan galau),” ujarnya. Namun, ketika dia punya tujuan yang jelas dan menjalankan bisnis sesuai passion, maka semuanya akan lebih mudah berkembang.

Kedua, produk yang dihasilkan tidak relevan dengan kebutuhan pasar. Sebelum memulai usaha, pebisnis harus dapat memahami pasar yang disasarnya, masalah apa yang dihadapi, lalu ciptakan produk atau jasa yang ditawarkan sebagai solusinya.

“Solusi itu yang menjadi sumber pendapatan kita, karena orang bersedia membayar untuk seuatu yang bisa menjawab kebutuhan mereka. Tidak hanya produk, tetapi juga bisa berupa jasa, karena saat ini jasa pendukung juga menjadi bisnis sendiri yang sangat kuat.”

Ketiga, tidak didukung oleh proses yang berulang dan konsistensi. Misalnya, membuat produk makanan di awal usaha rasanya sangat enak, semakin lama dan banyak yang membeli, pelaku usaha kemudian mengurangi beberapa bahan yang membuat rasanya berbeda. Agar produk atau jasa yang kita hasilkan dapat konsisten, dibutuhkan sumber daya atau sebuah tim yang berdaya, di sini diperlukan sifat kepemimpinan untuk memberdayakan semua tim secara bersama-sama.

“Pebisnis harus memiliki mimpi yang besar, tetapi untuk memulainya tidak perlu berpikir terlalu rumit, mulai saja dari yang paling sederhana dan lakukanlah sekarang.” lanjut Fuazi.

Dengan mengantisipasi tiga hal tersebut, kini kita bisa mulai berbisnis, tentu saja harus dibarengi dengan tujuan yang jelas, produk dan jasa yang relevan.

 

Sumber:
Bisnis.com