Kegagalan adalah ‘seni’ dalam berwirausaha. Meski banyak yang mengharapkan langsung sukses, tapi kenyataannya lebih banyak yang ketemu sama pengalaman gagal. Seperti yang dialami oleh Gazan Azka Ghafara yang menemui 2 kali kegagalan, sebelum sukses mengembangkan bisnis keripik pisang Zanana Chips. Mental yang tahan ujian dan terus ‘ngotot’ menjalankan usaha inilah yang patut dicontoh oleh wirausahawan lain.

Lahirnya mental tahan ujinya dimulai saat ia berusia 16 tahun. Pada saat itu, ibu dari temannya memberikannya 2 buah buku tersebut adalah Rich Dad Poor Dadkarya Robert T. Kiyosaki dan The Law of Attraction karya Michael J. Losier. Dari membaca 2 buah buku itulah Gazan terinspirasi untuk menjadi orang sukses lewat jalur wirausaha. Keinginannya makin berkobar setelah ia makin rajin mengikuti seminar-seminar bisnis, motivasi dan pengembangan diri.

Kegagalan pertama dikecap oleh pria kelahiran 27 Juli 1995 lewat usaha perdananya, ayam tulang lunak yang dijalankan bersama temannya. Namun, hasilnya tidak memuaskan hingga bisnis ini harus gulung tikar pada tahun pertamanya. Meski begitu, Gazan tidak mau berlama-lama berdiam diri. Lepas dari kegagalan ayam tulang lunak, Gazan segera beralih ke usaha berikutnya, yaitu risol.

Kegagalan kembali ia temui. Risol yang menjadi andalannya bernasib lebih menyesakkan karena harus tumbang pada bulan ke tiga. Seperti sebelumnya, ia tidak menyerah dan beralih ke bisnis yang akhirnya mengantarkannya pada kesuksesan, keripik pisang.

Idenya bermula saat ia tidak bisa menemukan keripik pisang dari Lampung di Bandung. Ia-pun mengajukan riset kecil-kecilan. Usut punya usut ternyata keripik pisang tersebut dinilai ‘langka’ di luar Lampung meski memiliki banyak peminat. Dari situlah ia mendapatkan peluang dan memutuskan untuk berjualan keripik pisang. Tahun 2013 ia membuat Zanana Chips yang merupakan singkatan dari Gazan dan Banana.

Bermain rasa di awal produksinya, Gazan mendapatkan respon baik dari konsumennya. Dari penjualan awal tersebut Gazan juga belajar. Ia-pun melakukan berbagai revisi untuk membuat tampilan menjadi lebih modern dan elegan, juga membuat ragam rasa yang lebih dekat dengan anak muda, misalnya cokelat, susu, teh hijau, balado dan daging asap. Untuk pemasarannya, dilakukan dengan cara online. Dengan menggunakan berbagai media sosial dan endorse artis maupun selebgram yang ia kirimkan produknya secara gratis. Bukan hanya itu, Gazan juga berpromosi melalui iklan berbayar dan mengikuti event untuk memasarkn nama Zanana Chips ke pasar yang lebih luas lagi.

Kini, Zanana Chips telah eksis selama 6 tahun dan Gazan tinggal memetik hasilnya. Di tahun 2014, Zanana Chips berhasil terjual 5 ribu bungkus setiap bulannya. Di tahun 2015, penjualan makin meningkat dengan angka menembus 15-20 ribu bungkus per bulan. Resseller yang bekerjsama dengan Gazan sendiri sudah mencapai lebih dari 500 orang. Kesuksesan yang berbuah manis, Zanana Chips kini mampu menghasilkan omzet ratusan juta rupiah tiap bulannya.