Alat musik apa yang paling mudah dikenal orang? Sebagian orang akan sepakat jika gitar adalah salah satunya. Dari orang-orang desa sampai perkotaan, dari pemusik terkenal sampai pengamen jalanan. Alat petik yang satu ini cukup digemari.

Maka jangan salah jika bisnis gitar custom pun meningkat pesat, seperti yang dijalani oleh Yohanes Supriyanto asal Solo yang melayani permintaan gitar sesuai yang diinginkan pelanggan. Alasannya sederhana, gitar merk original sangat mahal, maka gitar custom menjadi pilihan. Selain murah, pelanggan juga puas karena desain dan spare partnya sesuai yang diinginkan.

Melalu bendera Gitar Media, Yohanes menangkap peluang ini sejak tahun 2008. Pria yang profesi awalnya pedagang gitar ini tertarik karena di daerahnya banyak sentra produksi gitar. Menurutnya, banyak pemain gitar yang lebih puas dengan gitar rakitan mereka sendiri. “Karena kan mereka punya spek-spek yang mereka inginkan sendiri untuk mengejar karakter suara gitar yang mereka mau,” terang Yohanes.

Produk gitar Gitar Media adalah gitar akustik dan gitar listrik dan banyak dipasarkan ke berbagai kota besar di Indonesia, seperti Bali, Kalimantan, Sumatera, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi, dan hampir seluruh kota di Pulau Jawa. Selain di dalam negeri, Yohanes juga kerap menerima pesanan gitar custom dari luar negeri. “Terakhir ini saya melayani pesanan dari Perancis. Sebelumnya pernah ada dari California, Boston, Malaysia, dan Belanda,” terangnya.

Untuk konsumen asing, Yohanes banyak menjaringnya via internet. Harga satu gitar custom sangat bervariasi, mulai dari Rp 2 juta hingga Rp 10 juta. Biasanya, harga Rp 10 juta untuk pelanggan yang minta material kayu impor dari Eropa.

Selain gitar, Yohanes juga membuat custom untuk alat-alat musik lain, seperti ukulele, cello, biola, dan bas betot. Dalam sebulan, Gitar Media bisa menerima 13 pesanan dengan omzet berkisar antara Rp 35 juta sampai dengan Rp 40 juta.

 

Sumber:
Kontan