Bermula dari hobinya mengenakan aksesoris yang unik sejak di bangku kuliah membuat Helen Remyvone terinspirasi untuk membuat brand aksesorisnya sendiri. Berbekal modal kurang dari Rp5 juta, ia menawarkan produknya ke kalangan teman-teman kampusnya. Karena kurangnya modal, saat itu Helen juga menerima titipan dari toko aksesoris lainnya untuk ia jual. Selain itu, Helen juga aktif mengikuti bazar untuk memasarkan produknya lebih luas pada pasar.

Respon yang ia dapat ternyata cukup menggembirakan, berhubung di tahun 2003 belum banyak pesaing untuk bisnis aksesorisnya. Melihat respon ini, Helen-pun makin merasa positif untuk menekuni bisnis aksesoris dengan membuka gerai pertamanya di pusat perbelanjaan di kota Bandung yang ia beri nama Stroberi.

Pada tahun-tahun awal pembukaannya, Helen ikut menjaga toko bersama dua orang karyawannya. Dari situlah, ia mendalami lebih jauh tentang pasar aksesoris yang terutama sangat besar, terutama di kalangan anak perempuan remaja. Kesuksesan gerai pertamanya membuat Helen memperluas bisnisnya ke pusat perbelanjaan lainnya di kota Bandung dalam waktu beberapa bulan saja. Helen mengaku tahun 2005 merupakan tahun di mana bisnisnya berkembang pesat sehingga ia mampu menyebarkan gerainya ke berbagai kota di Indonesia.

Helen menganggap, kesuksesannya merupakan the right thing at the right time karena pada saat itu ia merupakan satu-satunya pemain yang memperkenalkan konsep toko aksesoris sebagai one stop shopping di mana para pembelinya bisa memilih berbagai aksesoris yang mereka butuhkan dalam satu tempat saja. Konsep yang tersegmentasi ini juga tertuang dalam layout toko yang dihias dengan warna-warna pastel cerah yang mengundah para remaja untuk berkunjung untuk melihat-lihat.

Seperti mengikuti suksesnya, mulai banyak toko serupa yang menjadi pesaingnya. Namun, Helen tetap positif karena ia selalu memperbarui produknya. Hampir setiap hari ada barang baru yang bisa dimiliki pembeli, sehingga Stroberi memiliki ratusan ribu variasi barang yang bisa menjadi incaran dengan harga mulai dari Rp1.000 sampai Rp300.000. Selain itu, Helen masih sibuk berburu aksesoris unik ke berbagai negara untuk melihat apa yang sedang tren dan bisa dibawa untuk menyemarakkan gerai-gerainya.

Kini, gerai Stroberi bisa ditemukan di berbagai kota di Indonesia dengan lebih dari 70 toko di banyak pusat perbelanjaan dan mempekerjakan sekitar 1.000 orang. Meski sudah sukses, Helen mengaku masih menyimpan cita-cita, yaitu memperluas jaringan Stroberi hingga ke luar negeri.