Kami pun sampai di pulau Bali untuk menghadiri kelas yang diadakan oleh @akberbali. Kelas hari ini bertajuk “Storytelling”. Bertempat di @kopikultur, kelas akademi berbagi Bali dibuka dan dimoderatori oleh @dickylopulalan. Para peserta akberbali senang sekali bisa berdiskusi sambil latihan. Tugas pertama para peserta adalah membuat tagline serta logo untuk diri masing-masing, kemudian satu per satu mempresentasikannya di depan kelas.

bali2

Peserta diskusi sedang latihan storytelling

Setelah tugas pertama, @Handoko_H memulai presentasi tentang storytelling. Good marketers tells a good storytelling. Jadi, story seperti apa yang ditampilkan? Cerita bisa jadi fiktif seperti yang ditampilkan Mytulisan ataupun Maicih, atau bisa juga menceritakan fakta dan pengalaman dibalik brand yang diusung.

Brand pun akan menjadi lebih baik, ketika mempunyai storytelling tentang social movement yang diusung oleh brand. Social movement berbeda dengan CSR. Social Movement adalah moto dan semangat yang dimiliki oleh perusahaan dalam membangun bisnisnya sedangkan CSR adalah sebuah program ‘tanggung jawab’ perusahaan kepada masayarakat sekitar ataupun lingkungan.

Dalam storytelling kita mengenal sebuah modal yang kuat yaitu conversation capital. Membangun sebuah cerita bukan lagi hanya menampilkan kata-kata indah, namun bagaimana brand dapat memberikan makna serta membangun percakapan karena audience sudah cenderung bosan dengan iklan serta taburan informasi yang lain. Menjadi brand yang dicintai dan dibela oleh publik, akan sulit untuk digeser, contohnya Threadless. Kuncinya adalah perencanaan dan konsistensi.

Beberapa contoh story telling luar biasa yang akhirnya menggerakkan orang-orang di luar sana untuk mendukung gerakan yang sedang diusung melalui brand. Misalnya SeventhGen yang mempunyai semangat Toxin-Free Generation. SeventhGen mendukung gerakan anti bahan kimia untuk menghindari pencemaran terhadap lingkungan, karena apapun yang kita pakai pada hari ini mengandung bahan kimia yang punya resiko mencemarkan lingkungan.

Dari Tanah Air, ada Paradesa, sebuah gerakan untuk meningkatkan kualitas pangan petani lokal dengan menjadikan bahan pangan Indonesia mempunyai kualitas internasional yang akan mengglobal. Make local go global!

Kelas Bali ramai, semangat, menginspirasi dan adanya interaksi, membuat malam di @kopikultur jadi begitu meriah dengan bertaburnya pengetahuan dan tawa. Kelas usai sebelum tengah malam, sampai jumpa lagi kawan-kawan akber Bali!

Comments

  1. wow..latihan bikin logo sendiri itu yang keren :)

  2. Dunia ini sempit, ketemu temen lama yg ternyata lg kerja bareng pak Handoko. Dan ternyata pak Handoko orangnya asik dan humble. Manteb

  3. […] lagi diskusi dengan Mas Handoko di acara Akber Bali dan selama kami di sana. Kebetulan jam keberangkatan pesawat kami sama dan kami menginap di hotel […]