Bila di rumah ada kaca pecah, pasti ujung-ujungnya langsung masuk tong sampah. Namun, Ivan Bestari mampu mengubah limbah tersebut menjadi karya-karya indah yang bernilai hingga jutaan rupiah.

Kreasinya ini dimulai di tahun 2011. Saat itu, ia melihat banyak sekali limbah kaca dan botol bekas di sekitar rumahnya. Karena memang suka mengulik, alhasil ia-pun tertarik untuk mengubah limbah-limbah itu menjadi kerajinan tangan. Di tahun ini pulalah Ivan mendirikan Otakatik Creative Workshop untuk menyalurkan kreativitasnya bersama teman-teman kuliahnya dulu di Kota Yogyakarta.

vn

Otakatik Creative Workshop sebenarnya terbuka untuk siapa saja dan workshop ini juga membuka pintu untuk berkolaborasi lewat ekplorasi metode pengolahan limbah maupun bahan lokal.

Barang-barang yang dihasillkan-pun bermacam-macam. Kebanyakan memang berada di kategori hiasan dan aksesoris. Karena menggunakan teknik tertentu yang disebut flameworking dan cold working, produk yang dihasilkan sangatlah mendetail, maka nggak heran harga kerajinan dari Ivan dan workshop ini bisa mencapai jutaan rupiah, tergantung kerumitan pembuatan dan nilai artistiknya.

Sebelum sukses, Ivan mengaku kendala terbesar adalah sulitnya masyarakat menerima hasil karyanya. Ivan berpendapat bahwa daur ulang limbah kaca belum populer di Indonesia dan tidak semua orang bisa mengapresiasi hasil karyanya sebagai penghambat utama di masa awal ia berkarya. Ivan juga kesulitan untuk menentukan harga akibat jarangnya pesaing untuk dijadikan acuan. Namun, seiring waktu hambatan-hambatan itu teratasi saat ia mulai mengenal pasar dan pengalaman berinteraksi dengan konsumen secara langsung.

Untuk memulai bisnisnya ini, Ivan menggunakan modal Rp5 juta dari tabungannya untuk dibelikan alat dan perlengkapan ngebengkel. Sedangkan bahan utamanya, yaitu limbah kaca didapatkan secara cuma-cuma dari lingkungan sekitar.

Berkat engagement-nya di media sosial, hasil karya Ivan semakin dikenal. Promosi yang tadinya hanya mengandalkan dari mulut ke mulut dan memiliki cakupan terbatas, kini bisa dikenal ke mancanegara. Karyanya bukan hanya tersedia di outlet-nya tapi juga ke beberapa toko di sekitar Yogyakarta.