Bagi yang ingin memulai wirausaha sosial, ada 3 kategori bisnis socialpreneur yang berbeda-beda. Jangan lupa tentukan bisnis yang mana yang ingin kita jalani, agar tidak ‘tersesat’ dalam pengelolaannya.

Model usaha nirlaba pengungkit

Biasanya model usaha ini kita temukan di LSM, badan amal dan sebagainya. Kelemahan dari model ini adalah ketergantungannya pada donatur yang bisa menyulitkan usaha untuk berkembang.

Model usaha nirlaba hibrida

Model usaha ini banyak mengalami eksperimen. Dimana model hibrida harus mengolah penggabungan usaha nirlaba dan usaha yang menghasilkan laba dalam satu kesatuan. Usaha ini biasanya menyediakan barang atau jasa yang diperuntukkan untuk kaum marjinal tapi masih tetap menguntungkan.

Bisnis sosial

Badan usaha pro-laba dengan fokus misi sosial. Keuntungan yang didapatkan bukan untuk mempertebal pundi-pundi pemegang saham atau pemilik, tapi untuk memberikan bantuan finansial kepada masyarakat berpenghasilan rendah, serta menumbuhkan usaha sosial dengan investasi ulang. Di antara model bisnis lainnya, bisnis sosial memiliki potensi terbesar untuk melakukan ekspansi.

 

Yang mana kategori bisnis favoritmu?