Cerdas melihat peluang yang ada,  itulah Ketut Mudita (64).  Puluhan tahun jadi karyawan hotel menjadikan usaha rotinya sebagai langganan beberapa hotel ternama. “Saya masuk ke hotel bintang lima hingga hotel kelas melati dan vila,” katanya, mengenang masa gerilya ketika menawarkan roti miliknya.  Bukan tanpa hambatan, hotel-hotel di Bali biasanya sudah punya pemasok roti langganan yang tentu lebih berpengalaman dari Mudita. Bukan hanya itu, kebanyakan wisawatan asing yang di Bali ingin rasa roti yang sama seperti yang ada di negara asalnya.

Tak menyerah, Mudita menawarkan harga yang lebih murah.  Akhirnya pengusaha hotel perlahan mulai melirik roti buatannya. Mudita menyebutkan saat itu tahun 1990, di mana ekonomi Indonesia sedang mencapai pertumbuhan cukup pesat sehingga harga-harga bahan kebutuhan untuk produksi roti tidak terlalu kesulitan.  Dengan modal satu sak terigu, ia bisa menghasilkan 200 roti per hari.

Mudita mengaku kalau ia belajar membuat roti dari beberapa chef hotel yang dikenalnya.  Secara otodidak, ia mulai memperdalam kemahiran dalam meracik cita rasa. Beberapa jenis roti dibuatnya sendiri, mulai dari roti tawar, roti gandum, muffin cake, croissant cake, dan pancake.

Kini usaha Ketut Mudita beromzet ratusan juta rupiah per bulan di bawah nama bendera perusahaan CV. Pelangi Rex. Kepopuleran usaha Mudita ini menjadikan usaha rotinya sebagai langganan pemasok beberapa hotel dan restoran di Bali. Selain roti, Mudita juga menerima pesanan kue dan katering.

 

Usaha Memasok Ikan

Setelah keluar sebagai karyawan Sanur Beach Hotel pada tahun 1987, Mudita pada awalnya mulai mencoba usaha untuk memasok ikan bagi beberapa restoran. Maklum, ia sudah cukup hafal mengenai beberapa kebutuhan dapur.

Sayangnya usaha memasok ikan ini hanya bertahan setahun karena ia melihat hasil yang dicapai kurang begitu menguntungkan.  Wajar saja, karena Mudita tidak setiap hari mendapatkan pesanan.

“Saya amati, laba yang diperoleh bersifat musiman,” ucapnya.

Belajar dari situlah, Mudita mulai melirik usaha yang tidak mengenal musiman dan selalu dibutuhkan orang setiap saat: Roti dan kue.

Karena keuletan dalam mengembangkan usahanya, Mudita mulai mendapatkan beberapa langganan tetap dari beberapa hotel kenamaan Bali.  Ia juga mendapat pesanan dari Aerofood Bandara I Ngurah Rai yang memasok muffin dan tortilla bagi penumpang Garuda Indonesia.

Croissant bikinan kami bahkan dipuji wisawatan asal Prancis. Kata mereka, rasanya tak jauh beda dengan yang dibuat di Prancis, daerah asal croissant itu,” kata Mudita senang.

Kini, pabrik Pelangi Rexs mengolah lebih dari 1.600 sak tepung untuk jangka waktu satu bulan. Dengan mempekerjakan 60 orang karyawan, Mudita mampu memproduksi sekitar 36.000 roti dan kue setiap harinya.

 

 

Sumber:
http://peluangusaha.kontan.co.id/news/dari-pemasok-ikan-mudita-sukses-jual-roti-sarapan