Bagi penggemar fashion, Kloom Clogs mungkin sudah tidak asing lagi di telinga. Produk alas kaki kayu buatan Indonesia ini memang dikenal unik dan memiliki variasi yang disukai pencinta mode.

Di balik layar, Nadia Mutia Rahma sang penggagas ide berhasil meraih untung hingga ratusan juta rupiah per bulan dari penjualannya di Indonesia dan mancanegara. Warga Nusa Loka, BSD City, ini mendesain sendiri sepatu kayunya. Nadia mengaku memang menyukai desain sejak kecil. Saking senangnya, Nadia kecil pernah menggunting-gunting gorden rumah untuk “prakarya” isengnya.

nadia-m-rahma-di-indonesiaproud-wordpress-com

Untuk memulai Kloom Clogs, Nadia mengaku mendapatkan modal dari menjual mobil kesayangannya karena tidak  mendapatkan dana dari orang tua. Dari modal tersebut, Nadia menggunakannya untuk membeli bahan baku dan membayar pengrajin. Kendala lainnya muncul lagi. Ia harus berusaha keras melakukan percobaan terhadap produk sepatu kayunya hingga mendapatkan bentuk yang pas dan nyaman dipakai. Bermacam-macam jenis kayu diuji sebagai bahan utama sepatu. Untuk sepatunya, Nadia banyak menggunakan kayu sampang dan mahoni yang diambilnya dari Garut hingga Kalimantan. Meski berbahan kayu, sepatu Kloom Clogs tergolong ringan saat digunakan. Nadia mengatakan, ada teknik khusus untuk mengolah kayu tersebut menjadi ringan dan awet. Mulai dari pengambilan getah, penjemuran, atau direndam selama beberapa jam hingga kayu menjadi ringan dan awet.

Nadia mendapatkan ide untuk menjadikan alas kaki kayu sebagai usahanya karena ia mendapatkan inspirasi dari teman-temannya yang berasal dari Skandinavia – dimana teman-temannya tersebut menjadikan alas kaki kayu sebagai bagian dari hidup atau life style. Di Skandinavia, alas kaki dengan kayu itu sudah sejak lama digunakan. Dalam mendasain sepatunya, Nadia pun membuat dengan mode alas kaki zaman dulu yang digunakan di Skandinavia dan perpaduan unsur modern bergaya Eropa.

Saat pertama kali menekuni usaha sepatu, Nadia memasarkan Kloom Clogs melalui Facebook dengan akun Kloom Clogshop pada September 2010. Ia juga memperkenalkan Kloom Clogs melalui bazar di pusat-pusat perbelanjaan di Jakarta. Dari situ Kloom Clogs mulai menarik minat pembeli. Kloom Clogs menjadi salah satu peserta dalam Jakarta Fashion Week 2011 dan mendapat sambutan baik di dunia fashion.

IMG_0777

Selain pasar lokal, Nadia juga mencoba pasar mancanegara dengan memasarkan produknya melalui toko online internasional. Dari situlah ia berkenalan dengan importir Eropa yang tertarik dengan sepatunya. Permintaan ekspor pun datang dari Swedia dengan pesanan sebanyak 250 pasang kelom. Selain itu, produknya juga diminta konsumen di Denmark, Belanda, dan Yunani dengan jumlah pesanan 100-200 pasang kelom. Bahkan sebuah butik di Amerika Serikat pun memesan sepatu kreasinya sebanyak 100 pasang. Omset yang didapatnya untuk pasar luar ini pun mencapai ratusan juta rupiah.

Untuk harganya sendiri, Nadia membanderol Kloom Clogs di kisaran Rp250.000 sampai Rp 1,75 juta. Sepatu dan sandal Kloom Clogs untuk wanita ini memiliki desain unik, klasik, tetapi tetap terkesan modern untuk masa kini. Ada hak sepatu yang berbentuk ukiran rumit, warnanya pun sangat bervariasi. Untuk mendesain satu model sepatu, Nadia bisa melakukannya hingga satu bulan.

Desainnya pun unik dengan perpaduan sepatu kelom modern. Ada desain sepatu batik dengan motif parang berwarna-warni dan hak bermodel wedges. Desain sepatu ini dinamakan Espadrilles Parang. Menariknya, bahan kain batik yang digunakan adalah batik tulis yang memiliki seni tinggi.

 

Punya brand lokal berkualitas internasional? Silakan share disini!