Banyak media yang targetnya adalah anak muda, dan banyak pula media yang menargetkan agar konten-kontennya bisa viral. Namun, belum tentu semua media bisa sukses mengeksekusinya. Winston Utomo, Founder dan CEO IDNTimes.com, sepertinya tahu benar bagaimana menggabungkan dua hal itu: media yang disenangi anak muda, dengan konten-kontennya bisa bergulir dan menyebar dilihat jutaan pasang mata.

Berawal Dari Kamar Tidur

Usut punya usut, ternyata terbentuknya IDNTimes berawal dari keisengan Winston saat bekerja di kantor Google Singapura, tiga tahun silam. “Pertama kali memulai IDNTimes itu dari kamar saya di Singapura berukuran 2×3 meter. Kebetulan dilakukan saat pulang kantor,” kata Winston.

Bekerja di Google, mungkin berkesan ‘mapan’ bagi banyak orang. Namun ternyata, Winston tidak merasakan hal tersebut. Hasrat untuk memulai sesuatu dengan tangan sendiri, begitu bergejolak dalam dirinya. Ia pun berinisiatif menulis artikel sendiri, dengan nama situsnya adalah Indonesiantimes. Saat itu juga, situs informasi tersebut ia luncurkan keesokan paginya. Dan respon terhadap situs tersebut positif di hari pertama. Padahal awalnya berpikir skeptis akan booming.

Pada tahun 2014, Winston bersama saudaranya yang juga sekaligus mitranya, William Utomo, sebagai COO, resmi menggulirkan IDNTimes.com. Meski berat memulai dari awal, Winston optimis karena ia melihat pengguna media sosial di Indonesia begitu banyak. Selain itu, generasi muda Indonesia, khususnya generasi Y dan Z, jumlahnya pun banyak. Itu akan akan menjadi penyumbang pembaca terbesar mereka hingga saat ini.

Winston merancang IDNTimes sebagai media yang memproduksi konten-konten yang sedang tren, relevan dan worth-sharing untuk generasi muda Indonesia. Hingga kini, IDNTimes mengklaim telah memiliki 10 juta pengunjung per bulan, dan 45 juta page views per bulan.

Perkembangan IDNTimes juga dilirik oleh investor. Lembaga pendanaan East Ventures sempat menyuntikkan dana investasi pada IDNTimes, dalam jumlah yang tidak disebutkan. Kini, dari awalnya hanya 2 orang pendiri, IDNTimes telah berkembang hingga memiliki 60 orang anggota tim.

Winston mengaku sempat was-was Karena suatu saat media yang dipimpinnya bisa saja kolaps di awal-awal perkembangan. Namun, semua itu bisa dilewati olehnya, karena kerja keras dan strategi yang tepat. Salah satunya adalah strategi konten kreatif, dan distribusi konten. “Untuk distribusi konten, kami bekerja sama dengan Line untuk distribusi berita, lalu Facebook dan Google,” kata Winston.

Kerja Keras Dan Petik Hasilnya

Menurut Winston, masa-masa awal pembentukan startup media online, memang dikatakan berat. Winston berkisah, ia bekerja keras agar IDNTimes bisa sukses. Dan pengorbanannya tidak tidur pun kemudian terbayar dengan terus bertumbuhnya IDNTimes. Belakangan, ia membuat Popbella.com, serta Hyperlink Project, Digital Creative, dan StoryWox.

Winston yang merupakan lulusan University of Southern California dan Columbia University ini memberikan kiat untuk wirausahawan muda dan startup yang baru memulai. “Focus on the core and keep Innovating. This is a startup, not corporate. Have a ridiculously good work ethic, and go for the extra miles,” ujarnya.