Di tengah menjamurnya toko-toko apparel yang bisa kita temukan di mana saja, kadang masih sulit menemukan baju yang sesuai dengan keinginan kita. Di saat itulah kita – terutama para kaum hawa butuh yang namanya penjahit. Sayangnya, karena alasan sudah banyak pakaian siap pakai yang tinggal di beli, keberadaan penjahit menjadi tergusur. Belum tentu di dekat rumah kita ada penjahit yang mampu mengakomodir kebutuhan kita.

Melihat kebutuhan ini, hadirlah Kostoom, sebuah startup khusus pakaian wanita buah pikiran Putry Yuli yang ‘menampung’ para penjahit untuk terhubung dengan calon pelanggannya. Ia berpikir bahwa masyarakat butuh layanan yang bisa menghubungkan mereka dengan para penjahit berkualitas secara online.

Ide awal untuk membuat Kostoom sebenarnya berawal dari ibunya sendiri, yang merupakan seorang penjahit rumahan. Semenjak kecil ia melihat banyak pelanggan yang datang dari lokasi yang jauh hanya untuk menjahitkan baju kepada ibunya. Suatu hari, ada seorang pelanggan yang menyarankan untuk memasarkan jasa jahit itu secara online. Putry pun melihat hal itu sebagai sebuah peluang.

Kostoom-4

Hal lain yang menginspirasi Putry untuk membangun Kostoom adalah fakta kalau sebenarnya banyak penjahit rumahan yang berkualitas, namun mereka tidak mendapat banyak pesanan karena lokasi rumah mereka yang tidak strategis. Para penjahit tersebut tidak bisa memasarkan jasa mereka secara luas karena keterbatasan pengetahuan dan biaya.

Untuk menggunakan jasa Kostoom cukup mudah, kita tinggal masuk ke laman web kostoom.com dan klik fitur jahit. Di situ kita akan diarahkan untuk memilih pakaian yang ingin dibuat, baik secara template maupun custom-made. Tidak hanya itu saja, untuk pengguna di wilayah Jabodetabek, kita bisa meminta penjahit untuk datang ke rumah dan meminta mereka mengukur badan kita secara langsung!

Untuk memesan pakaian di Kostoom, pengguna harus menyiapkan bahan pakaian sendiri, karena Kostoom hanya menyediakan jasa untuk menjahit pakaian. Bahan atau kain tersebut bisa dikirimkan langsung kepada Kostoom, atau diberikan kepada tim Kostoom yang melakukan pengukuran ke rumah pengguna.

Pengguna akan menerima pakaian pesanan mereka maksimal 10 hari sejak Kostoom mendapatkan bahan pakaian dari pengguna. Apabila pengguna merasa tidak puas dengan pakaian tersebut, Kostoom menjanjikan layanan permak secara gratis, serta jaminan penggantian ongkos jahit dan biaya bahan.

Baru diluncurkan secara resmi pada bulan Februari 2016 kemarin, Kostoom mengklaim kalau mereka telah menjalin kerja sama dengan 170 orang penjahit. Walau belum bisa mempublikasikan jumlah pesanan yang masuk ke startup yang berhasil memenangkan kompetisi WomenWin yang diadakan oleh Girls in Tech Indonesia, namun di tahun 2016 ini mereka menargetkan untuk mendapat 3.000 pemesan dan 2.000 penjahit.

 

Punya ide untuk mengembangkan startup?