Memulai bisnis tak harus dengan modal besar. Hal itu dibuktikan Adi Reza Nugroho dengan bisnis media tanam untuk jamur tiram dengan modal awal hanya Rp 500 ribu. Media tanam jamur itu dia pasarkan dengan merek Growbox. Ia memperoleh media tanam tersebut dari petani jamur. Media tanam itu kemudian dia kemas dengan wadah eksklusif dan higienis. Sejak merintis bisnis pada 2012, Growbox mendapat respons positif dari konsumen. Dari media tanam itu, Adi bisa meraup omzet per bulan hingga 200 juta.

Bisnis Adi dimulai sejak masih sibuk dengan kegiatan kampus. Ia bersama sejumlah temannya ingin memulai bisnis agar bisa mandiri setelah lulus kuliah. Ide membuat bisnis dari media tanam jamur ia dapatkan dari kunjungannya ke sebuah restoran di Yogyakarta, yang khusus menjual aneka makanan berbahan dasar jamur. Di restoran itu, ia tertarik dengan media tanam jamur atau baglog yang dipajang.

Ide bisnis tersebut ia tindak lanjuti dengan perjalanan ke kawasan Cisarua yang banyak petani jamur. Di kawasan itu, ia menemui petani jamur yang menjual baglog. Keinginan Adi untuk berbisnis semakin kuat setelah mendapat informasi menarik mengenai keunggulan jamur. Keunggulan itu di antaranya mudah tumbuh dan memiliki kandungan gizi yang tinggi.

Setelah banyak diskusi dengan kawan-kawannya, konsep media tanam jamur dalam kotak pun dipilih. Idenya sederhana, yakni mengemas jamur agar eksklusif dan higienis.

Modal awal untuk berbisnis terkumpul Rp 500 ribu. Uang tersebut digunakan untuk membeli 60 baglog dari petani jamur di Cisarua. Selebihnya uang digunakan untuk mengonsep dan mendesain kotak baglog serta membuat serangkaian konsep promosi.

growbox (1)

Menurut Adi, perancangan kotak melalui banyak tahap revisi. Kotak harus terkesan membumi, tetap menarik, eksklusif, dan tidak merepotkan konsumen. Growbox bisa disimpan atau digantung.

Kotak yang dibuat berukuran 15 x 15 cm pun membalut baglog dengan sejumlah tulisan menarik di setiap sisinya. Adi membuat tagline untuk bisnisnya, yakni “Grow Your Own Food.” Dengan itu, ia menargetkan pembelinya dari masyarakat urban dan kalangan muda.

Growbox dipromosikan di pameran salah satu perusahaan. Adi sempat pesimistis dengan hasil karyanya. Namun, seluruh Growbox yang ia bawa ke pameran sebanyak 60 kotak ludes terjual. Pada Oktober 2012, Growbox dibawa ke Singapura. Produk tersebut pun mendapat sambutan baik. Bukan hanya kalangan muda, orang tua dan anak-anak pun tertarik untuk memiliki kotak jamurnya sendiri.