Izemu, sebuah brand buah karya Ivan Yahya Adhiteja yang bermula dari niat menciptakan barang yang bermanfaat bagi orang lain. Ia kemudian membuat beragam produk kerajinan berbahan kayu pinus dan jati, mulai dari pot, hingga kursi dan meja.

Sebelum sukses, Ivan memiliki strategi agar pelanggan melirik produknya. Pemuda lulusan RMIT University di Melbourne Australia jurusan desain produk ini aktif mengikuti pameran produk kerajinan, dan dari event-event itulah produknya dikenal dan dicari pelanggan. Kesuksesannya dimulai dari order perlengkapan kantoran dan rumah itu, Ivan memperoleh sekitar Rp 100 juta. Uang itu dia putar sebagai modal membeli mesin yang memiliki harga bervariasi, mulai dari Rp 4 juta sampai Rp 10 juta.

Dari situlah Ivan mengembangkan Izemu Desain Inovatif yang memilih untuk menggunakan kayu yang ia beli dari Perhutani. Selama setahun, Izemu mendesain dan bikin branding, yang di-launching pada Agustus 2014. Sebelumnya, Izemu tidak memfokuskan produknya ke retail tapi seiring perjalanannya, Izemu akhirnya mengubah fokusnya.

Untuk retail ia menjual produknya mulai dari harga Rp 50.000-Rp 300.000, sedangkan ia mematok Rp 800.000 ke atas untuk produk berukuran besar. Menurutnya produk yang paling banyak menarik pelanggan adalah baki dan kursi kayu.

Kini, Izemu memiliki omzet Rp 20 juta-Rp 30 juta per bulan dan produk-produk Izemu dapat tersebar di 7 toko yang ada di beberapa mal.