Jalan menuju sukses memang berliku. Begitu juga yang dirasakan oleh Benny Fajarai salah seorang anak Indonesia yang berhasil masuk ke jajaran 30 Under 30 Asia versi majalah Forbes. Namanya tercantum karena kemampuannya untuk menyiptakan wadah bagi pekerja kreatif Indonesia dan menyediakan marketplace bagi para pengrajin lokal agar mampu menjual produknya ke seluruh Indonesia.

Berasal dari keluarga yang sederhana, Benny Fajarai pernah menjadi seorang operator warnet milik kepala RT begitu menginjak remaja. Hal ini disebabkan karena sang ibu tidak ingin anaknya bermain jauh-jauh dan membuatnya khawatir. Pekerjaan inilah yang akhirnya membuat pemuda yang awalnya ingin jadi dokter ini tertarik dengan dunia IT. Atas bakatnya, ia mendapatkan beasiswa untuk jurusan IT di Universitas Bina Nusantara.

Selepas kuliah, Benny mendirikan Kreavi. Sebuah wadah dan marketplace untuk orang-orang kreatif pertama di Indonesia. Kreavi menghubungkan lebih dari 20.000 pelaku industri kreatif dari berbagai industri seperti advertisor, animator, arsitek, sinematograf, perupa seni, fotografer hingga desainer web.

Pada tahun 2014, perjalanannya ke Bali membawa inspirasi. Melihat kerajinan tangan yang indah dari para pengrajin, ia pun berinisiatif untuk membuat marketplace bagi mereka. Akhirnya, ia menjual Kreavi dan memutuskan untuk membuat Qlapa. Sesuai dengan kelapa yang memiliki banyak manfaat bagi manusia, Benny berharap Qlapa dapat menjadi sama seperti pohon kelapa yang kaya manfaat mulai dari akar hingga helai daunnya.

Keputusan untuk menjual Kreavi pada tahun 2015 dan membesarkan Qlapa tentu bukanlah tanpa pemikiran yang panjang. Benny Fajarai benar-benar melakukan riset sebelumnya dan menemukan bahwa peluang bisnis kerajinan tangan sangat besar, kerajinan tangan merupakan industri kreatif ketiga setelah makanan dan pakaian.

Ada alasan mengapa ia membuat Qlapa, yaitu kurangnya kepedulian pasar pada perajin lokal dan kurang sesuainya media sosial yang biasanya digunakan perajin untuk menjual produk mereka. Qlapa hadir untuk memberikan eksposur dna membantu perajin lokal untuk berjualan di satu tempat yang sesuai dengan kebutuhan mereka.

Qlapa resmi diluncurkan pada 1 November 2015, dan telah memiliki ribuan produk kerajinan tangan dari ratusan penjual. Situs ini juga memiliki perbedaan dari yang lainnya antara lain sistem pembayaran yang lebih aman karena menggunakan sistem rekening bersama, dan fitur pemesanan produk dengan pilihan custom dan variasi yang beragam serta sistem pre-order.

 

Kesederhanaan dan perhatian terhadap sekitar dapat membuahkan inspirasi wirausaha tak terduga. Apa inspirasi wirausahamu?