Media sosial telah mengubah berbagai hal, termasuk cara kita ngejalanin bisnis. Diperkirakan saat ini ada 3,17 miliar orang yang bisa mengakses internet, dan 2,3 miliar di antaranya adalah pengguna sosial media aktif. Bayangin, internet membuka kesempatan kita untuk bisa memasarkan produk kepada 2,3 miliar orang di seluruh dunia, betapa besar peluang kita bila kita bisa mengembangkan brand dengan baik.

Melihat potensi yang begitu besar, banyak perusahaan yang mengubah cara mereka memasarkan produknya dalam waktu 5 tahun terakhir ini. Dengan sosial media, search engine yang makin pintar dan akses ke teknologi mobile para calon konsumen dibombardir dengan konten-konten, yang tidak hanya membantu mereka mengenal produk tapi juga mendapatkanya. Meski begitu, pebisnis nggak lantas meninggalkan ‘air keruh’ ini. Malahan konten marketing masih menjadi highlight bisnis hari ini.

Kenapa hal ini tetap terjadi? Jawabannya adalah mereka yang sukses melakukannya adalah bisnis yang memiliki perspektif yang jelas, alias brand yang kuat identitasnya. Inilah tips untuk mengembangkan identitas brand yang kuat:

  • Lakukan audit brand menyeluruh untuk menentukan di mana posisi brand kamu di mata masyarakat dan memahami apa yang mereka inginkan.
  • Tetapkan posisi dan pesan unik yang ingin disampaikan pada pelanggan sebagai dasar yang benar-benar mewakili visi dan misi dari brand.
  • Kembangkan elemen kreatif/gaya visual brand kamu yang akan dipasarkan melalui berbagai channel marketing, mulai dari website, sosmed, iklan, dan kemasan.
  • Mengimplimentasikan strategi untuk menetapkan identitas brand sehingga bisa diingat oleh pelanggan.
  • Menganalisa dan memperbaiki identitas brand yang dilakukan secara bertahap lewat analisa dan penilaian apakah apa yang dipasarkan masih sesuai dengan tujuan perusahaan.

 

Selain itu, menurut founder doinc, Handoko Hendroyono membangun brand itu “Harus intens dan tak sekedar teori namun lebih ke implementasi.”
kon