Lani Lanicra, sebuah brand yang memanfaatkan limbah kayu dan mengubahnya menjadi barang bernuansa Amerika Latin. Bukan hanya furnitur, tapi juga beragam aksesoris lainnya seperti topi dan kerajinan lainnya.

Nugraha sang pemilik mengatakan, berawal dari coba-coba mengolah batang pohon yang terhempas di pantai, kini ia bisa mendapatkan ratusan juta. Meski barang limbah, Nugraha yang sudah mulai membuat kayu sejak 1997 ini, ternyata sudah mengekspor kayu ke berbagai negara seperti Iran, Jepang, dan Korea. Jumlah ekspornya pun tidak tanggung-tanggung, hingga hitungan kontainer.

Nugraha menuturkan ia rajin mengikuti pameran-pameran kerajinan tangan, seperti Inacraft. Dari pameran seperti inilah rejeki datang. Ia mengaku memperoleh untung sekitar Rp500 juta dalam sekali pameran.

Pengerajin kayu yang sudah ikut pameran sejak tahun 1999 ini mampu menciptakan lapangan kerja. Pada awalnya ia hanya mempekerjakan  4 orang, kini ia mempekerjakan 30 orang untuk membantunya menjalankan bisnis.

Ingin tahu inspirasi wirausaha lainnya? Follow @doinc_

Ceritakan juga pengalamanmu ya di kolom komentar