Pekerjaan mapan dengan gaji pasti tidak selamanya membuat orang bahagia. Seperti yang dialami oleh Marsya Anjani Helmi yang merasa pekerjaan kantoran tidak efektif. Berawal dari camilan granola yang diberikan oleh teman, Marsya terinspirasi untuk membuat brand camilan homemade-nya sendiri yang diberi nama Granuluv di tahun 2016. Untuk membesarkan brand-nya itulah, Marsya ikhlas untuk melepas pekerjaannya sebagai karyawan swasta.

Nama Granuluv diambilnya dari kata granola dan love. Granola sendiri adalah panganan yang terbuat dari bahan gandum kemudian dipanaskan dengan oven hingga kering, kemudian digabungkan dengan biji-bijian dan berbagai jenis kacang sehingga kaya nutrisi. Camilan granola tidak terbatas hanya gandum dan kacang-kacangan tapi bisa dikombinasikan dengan buah-buahan segar maupun kering.

Untuk memulai usahanya, Marsya menggelontorkan modal sebesar Rp2 juta. Modalnya itu ia belikan gandum asli dari Amerika Serikat, mengingat gandum adalah bahan utama pembuatan produknya.

Marsya mengaku selama menjalankan bisnisnya, ia bisa memperoleh omzet Rp30 juta. Hal ini bisa tercapai karena masih minimnya pesaing di pasar Indonesia. Namun, untuk memperoleh omzet tersebut, perjuangan Marsya tidaklah mulus. Ia harus ikut penyuluhan keamanan pangan dan memahami prasyarat makanan yang bisa lolos izin BPOM. Ditambah lagi pemasaran yang dia rasa cukup menantang, karena ia harus memperkenalkan granola sebagai alternatif makanan sehat pada rekan-rekannya, baik lewat manual maupun online.