Branding pada mulanya dikenal sebagai cara menandai hewan ternak, tapi kalau dengar kata branding zaman now yang kepikiran bukan nandain hewan ternak, tetapi mempromosikan produk atau layanan dengan cara mengidentifikasikannya pada sebuah brand.

Untuk melakukan branding yang tepat, pastikan selalu bertanya 4 hal ini kepada diri sendiri:

  1. Siapa kita/brand?
  2. Siapa target kita?
  3. Permasalahan apa yang bisa kita/brand pecahkan?
  4. Apa yang membuat kita berbeda?

Nah, bila kamu sudah bisa menjawab 4 pertanyaan tersebut, kamu bisa mulai untuk menentukan:

  1. Siapa yang kita/brand ajak ‘bicara’ – target audience
  2. Apa yang kita/brand ‘bicarakan’ dan bagaimana intonasinya – content
  3. Apakah pesan kita/brand diterima – marketing channels
  4. Hasil – measurement

Dari keempat hal tersebut kita akan membahas lebih jauh mengenai konten yang menjadi jantung dari marketing dan membangun brand. Seperti kata Jon Wuebben yang mendefiniskan konten sebagai, “The notion of establishing a familiar presence, having a standard way of doing things, and establishing a level of confidence in the minds of your customers.”

Konten, kerap identik dengan nada-nada persuasif, para pencipta konten berlomba-lomba untuk menarik perhatian target-nya. Nggak salah, sih tapi konten is so much more than just marketing – terutama bila kamu pintar memanfaatkan perubahan di era digital ini.

Membuat konten di zaman sekarang, bisa kamu manfaatkan sebagai alat untuk membangun dan mempererat rasa percaya antara pelanggan dan bisnismu. Ciptakanlah konten yang menginformasikan, mendidik, dan menginspirasi. Berikut adalah beberapa hal yang bisa kamu dapatkan dengan mengembangkan konten untuk brand-mu:

  • Konten membangun awareness
  • Konten membangun kepercayaan lewat kegunaannya di mata target audience
  • Konten bisa menciptakan fans
  • Konten merupakan bahan bakar untuk pemasaran brand.

Atau seperti kata Handoko Hendroyono, pencetus do.inc yang menyoroti perbedaan membangun brand hari ini sangat berbeda dengan masa lalu:

brs