Setiap barista pasti tau apa itu roasting. Namun, bagi orang awam, roasting – sesuai artiannya bila diterjemahkan ke Bahasa Indonesia – berarti memangang biji kopi hingga bisa dinikmati, nggak salah sih tapi apa ‘hanya’ sebatas itu?

Roasting dalam dunia perkopian sangat penting. Biji kopi yang telah matang memiliki aroma kacang dan rerumputan, sementara biji kopi yang masih hijau sama sekali tidak punya aroma kopi sama sekali. Saat dilakukan proses roasting, terciptalah sekitar 800 hingga 1000 jenis aroma. Jenis-jenis aroma inilah yang membentuk rasa kopi. Dengan teknik profiling setelah roasting, kita bisa menentukan rasa kopi yang diolah.

Ada beberapa cara berbeda untuk roasting kopi, dan cara tersebut bisa memengaruhi rasa kopi yang dihasilkan. Namun yang biasa digunakan biasanya meliputi tahap roasting, pengeringan, pematangan, pengembangan dan roasting untuk yang kedua kalinya. Suhu roasting juga merupakan faktor penting dalam proses ini. Bila biji kopi di roast sesaat, maka kopi yang dihasilkan akan terasa lebih asam, sedangkan bila sebaliknya kopi akan terasa lebih pahit.

Buat barista atau orang awam yang ingin mengeksplorasi berbagai macam rasa dari kopi, rajin-rajinlah untuk latihan roasting, karena dari satu jenis kopi rasa yang dihasilkan seakan tidak terbatas.

kop