Sejak era reformasi bergulir, industri media khususnya media cetak di Indonesia mengalami kemajuan yang sangat pesat.  Ini bermula dari kebijakan pemerintah yang membuka kran media sehingga tidak ada kesan media yang dimonopoli. Mulai dari koran, tabloid, majalah, maupun buletin mingguan yang terus bertambah oplahnya dari tahun ke tahun. Ini menjadikan kertas koran bekas saat ini di Indonesia melimpah. Harga pasarannya pun sangat murah sekali, kira-kira 1000-1500 rupiah per kilogramnya (3 eksemplar).

Dari sinilah Dluwang Art melihat peluang sebagai lahan bisnis yang menggiurkan. Kertas koran bekas didaur ulang menjadi sesuatu yang bernilai jual, berfungsi untuk sehari-hari, dan bernilai seni tinggi. Keunikan dari produknya terletak pada bahannya yang terbuat dari 90% koran bekas dan sisanya adalah pelapis agar kuat dan tahan air, serta aksesoris untuk pemanis. Produk mereka dipastikan kuat, awet, dan tahan air karena adanya lapisan anti airnya.

Selain menambah nilai jual dari koran bekas, Dluwang Art juga punya misi untuk mengurangi pemanasan global dengan mengolah limbah kertas. Isu yang hangat dalam masa sekarang ini adalah pemanfaatan barang-barang bekas dan pemanfaatan limbah-limbah kertas, plastik, dan sebagainya. Maka dari itu Dluwang art selain untuk mengejar keuntungan materi juga bermaksud mengkampanyekan pemanfaatan limbah, serta mengurangi pemanasan global.

Kerajinan tangan dari barang bekas koran ini terbilang agak sulit. Ini karena dalam pembuatannya, kerajinan tangan dari kertas bekas memerlukan beberapa tahapan proses yang cukup sulit.  Meski begitu, sebenarnya prosesnya cukup sederhana. Hanya saja untuk memperoleh hasil yang bagus dan kuat memang diperlukan alat bantu yang khusus.

Setelah koran-koran bekas dikumpulkan, langkah berikutnya adalah memilin atau melinting kertas. Lintingan-lintingan itu kemudian ditenun. Selama proses penenunan ini biasanya menggunakan alat khusus agar hasilnya rapi. Setelah ditenun, barulah koran bekas tersebut bisa dipotong atau dicetak sesuai dengan jenis kerajinan yang akan dibuat.

Agar kerajinan kertas koran ini kuat dan tahan air, biasanya ditambahkan bahan khusus yang bisa memperkuat bahan Koran, dan membuatnya anti air. Selain itu, dari segi estetik, untuk mempercantik juga digunakan bahan lain. Misalnya, untuk membuat tas atau sandal bisa digunakan bahan tambahan berupa tali dari tanaman eceng gondok yang telah diolah. Ini akan membuatnya menjadi lebih unik dan lebih memiliki nilai ekonomis.

 

Aneka produk yang dihasilkan Dluwang Art antara lain souvenir, sendal, tas, dompet, box file, kantong tisu, tempat sampah, tempat laundry dan sebagainya. Mereka juga menerima pesanan souvenir khusus untuk acara-acara tertentu. Selain itu, ada juga pelatihan khusus bagi Anda yang menyempatkan diri untuk mampir ke tempat usaha mereka di Yogyakarta, tepatnya di Ledok Tukangan DN 2/257, kawasan dekat dengan landark terkenal Yogyakarta, Malioboro. Atau bisa juga mengontak mereka di:

Website:
dluwangart.blogspot.com
Twitter:
@dluwang_art