Ada pepatah yang mengatakan, segala yang dimulai dari hati akan sampai ke hati.  Itulah yang pertama kali ada dalam benak Yeni bersama suaminya Eko Eshape ketika melontarkan nama Mie Sehati untuk nama produk usahanya.

“Mie produk kita adalah mie yang sehat di lidah dan di hati,” ujar Eko, menirukan ucapan sang istri.

Mie Sehati awalnya dirilis di Cikarang sebagai usaha bersama oleh beberapa anggota Mastermind Cikarang. Mastermind adalah kelompok yang terbentuk dari 3-7 orang yang biasanya memiliki bisnis sendiri dari industri yang berbeda. Warung Mie Sehati lalu dijadikan tempat kelompok itu berkumpul dan berdiskusi serta belajar membuka usaha Mie Sehati. Karena itulah kemudian tercetus ide selain memasarkan produk, juga fokus menjadi sebuah lembaga pendidikan kewirausahaan.

“Bagi mereka yang ingin merasakan menjadi usahawan dalam skala kecil dan langsung jadi, silahkan bergabung dan ikut pelatihan bersama Mie Sehati. Pulang dari pelatihan langsung bisa buka usaha, karena masalah tempat bisa di teras rumah, di garasi atau di tempat yang sudah ada di sekitar rumah kita,” kata Eko, yang juga seorang blogger sekaligus humas dari kegiatan yang dilakukan oleh Mie Sehati.

Eko kemudian melanjutkan, usai pelatihan, peserta bisa langsung membeli peralatan yang dibutuhkan untuk membuat dan menyajikan Mie Sehati. Setelah itu, mereka bisa segera membuka usaha Mie Sehati. Cukup dengan modal sekitar 3 juta Rupiah terdiri dari alat masak dan perlengkapan tempat menyajikan mie, di luar sewa (biaya) tempat.

Salah satu keunikan model pelatihan Mie Sehati adalah setelah peserta lulus pelatihan sebagai pembuat mie, maka mereka bebas mendirikan warung sendiri dengan nama Mie Sehati atau nama lain yang mereka sukai. Segala keuntungan adalah menjadi hak mereka dan bukan seperti bisnis franchise yang mewajibkan menyetorkan uang sejumlah tertentu setiap tahunnya.

Bagi yang ingin ikut mendaftar pelatihan, cukup membayar biaya administrasi. Peserta akan dididik menjadi pembuat Mie Sehati yang handal sampai mahir. Bila belum mahir, penjelasan bisa dilanjutkan dengan pengajaran jarak jauh via telepon atau email.

Brand yang ingin dikenalkan oleh Mie Sehati adalah sehat, higienis, tanpa pengawet maupun MSG. “Jadi pelanggan Mie Sehati bisa melihat proses pembuatan mie langsung sejak masih berbentuk tepung sampai menjadi mie. Ini mirip dengan konsep Bread Talk,” kata Eko menjelaskan.

Di luar waktu pelatihan, maka warung Mie Sehati buka seperti warung yang lain. Harga satu porsi Mie Sehati cukup terjangkau, kisaran harga 7 ribu sampai 15 ribu rupiah.

Mie Sehati dibuat tanpa pengawet maupun penyedap. Kelemahannya, mie ini tidak tahan lama. Maksimal 8 jam harus sudah dijual dan kalau sudah lewat 8 jam sebaiknya tidak dijual lagi, meskipun masih aman dikonsumsi.

Ketika ditanya soal jumlah cabang Mie Sehati di Indonesia, kepada DoInc kemudian Eko mengatakan, cabang Mie Sehati tersebar di berbagai kota besar, tetapi tidak ada catatan tertulis, karena model bisnis Mie Sehati memang bukan franchise

Penasaran dan ingin tahu lebih banyak soal Mie Sehati? Yuk meluncur ke link berikut:

Miesehati.com
Facebook
Twitter

Comments

  1. […] pada artikel sebelumnya kita sudah berkenalan dengan Mie Sehati, kali ini kita ingin mengetahui apa saja model promo yang dilakukan Mie Sehati sehingga bisa tetap […]