Bermula dari ketertarikan Eni Anjayani terhadap batik-batik lawas ia mulai mengembangkan bisnis Wastraloka di tahun 2010. Awalnya dia menggunakan batik-batik antik koleksinya untuk memproduksi tas, dompet, dan pouch. Hanya saja ia terkendala saat harus menemukan batik lawas yang semakin langka untuk memproduksi produknya.

Ia pun mendapatkan ide untuk mereplikasi motif-motif cantik batik melalui medium lain. Untuk menjalankan rencananya, ia-pun belajar melukis ke guru lukis yang ahli melukis di kaleng. Setelah mahir, Eni menggunakan kemampuan barunya untuk mereplikasi motif batik ke berbagai barang, mulai dari mug kaleng, kayu, nampan, hingga anglo (kompor tradisional). Dengan modal awal sekitar lima juta rupiah yang dialokasikan untuk membeli bahan baku, seperti mug kaleng, kayu, dan cat akrilik.

was2

Saat ini Wastraloka sudah mengembangkan 3 kategori produk, yaitu aplikasi wastra, kaleng lukis, dan dekorasi rumah dari kayu dengan desain vintage. Eni mengaku ia membidik pasar penggemar batik lawas, karena menurutnya bagi kolektor yang sudah jatuh cinta pada suatu motif, mereka akan cenderung membeli motif batik serupa. Selain mengutamakan kualitas dan kerapian lukisan, keunggulan produk Wastraloka adalah kekhasan budaya Indonesia. Eni ingin mengangkat budaya Indonesia dan mengenalkannya kepada calon pembeli internasional.

Untuk pemasaran, Eni memasarkan produknya melalui media sosial dan website. Saat ini, Wastraloka mempekerjakan 3 penjahit, 4 pelukis, dan 2 freelancer dan berencana masuk galeri Chic Mart di Kemang, Jakarta. Bukan hanya itu, Eni juga rajin membawa brand-nya mengikuti pameran-pameran kerajinan tangan. Kerja kerasnya membuahkan hasil, ia bercerita bahwa omzetnya sebulan bisa sebesar Rp50 juta.

Meski tampak lancar, masih ada tantangan yang ia hadapi, antara lain sulitnya menemukan karyawan yang dapat melukis sesuai dengan desain batik lawas yang sesuai standar dan pengembangan ide.

Kini, produknya banyak digunakan untuk oleh-oleh, termasuk suvenir pertukaran pelajar dari pelajar luar negeri.

 

Dari kecintaan terhadap sesuatu bisa membuka jalan peluang usaha. Apakah kamu punya hobi yang bisa dijadikan peluang wirausaha?