Apa yang akan kamu lakukan kalau tiba-tiba terbelit hutang Rp 2 Milyar?

Bagi Nani Kurniasari, ia memilih tidak menyerah untuk terus melakukan usaha. Berbagai cara dilakukan untuk kembali bangkit meski dililit utang setelah usaha kateringnya yang ia dirikan sejak tahun 2003 mengalami kegagalan di tahun 2010.

Di tengah keterpurukan itu, ia sempat tidak memiliki pekerjaan dan usaha selama 2 tahun dan hanya hidup dari bantuan keluarga seadanya. Ibu empat anak ini kemudian memutuskan untuk kembali bangkit dengan berjualan hijab dan pada tahun 2014, ia sempat mengikuti life coach untuk self healing.

gf

Pada sesi life coach tersebut, para peserta ditugaskan untuk menghasilkan karya. Berhubung ia hobi memasak, ia memutuskan untuk membuat selai yang (dipikirnya) cukup mudah dan bisa dikerjakan sendiri. Proses percobaan pembuatan selainya tidak mudah dari 4 sampel selai yang dibuatnya hanya 1 yang layak dijual. Saat ini selai yang dijualnya hanya 1 varian saja yaitu rasa karamel. Ia mengaku pada fase trial and error tersebut, Nani membuat selai secara terburu-buru dan terbawa emosi sehingga hasilnya tidak sesuai keinginan. Ketika ia berkonsultasi pada coach/mentornya, ia diminta untuk membuat sedikit demi sedikit dengan sabar dan tekun agar hasilnya bisa maksimal.

Modal awal yang dibutuhkan untuk usaha selainya ini sebesar Rp 200 ribu untuk bahan baku dan juga untuk kemasan toples. Selainya ini dijual dengan harga Rp 40 ribu/toples, 1 jarnya berisi 120 mg. Ia mengaku omzet dari penjualan selai move on miliknya ini mencapai Rp 4 juta per hari. Nani mengaku, perjalanan untuk meraih omzet Rp 4 juta per hari-pun tidaklah mulus, sebelumnya Rp 4-5 juta itu paling bisa tidak diraih dalam waktu satu bulan.

“Sekarang untuk 1 resep itu buatnya 10 jam, bikinnya di rumah dibantu sama teman ada 2 orang. Pemasaran barang sih masih mouth to mouth dan online di Instagram, Facebook, dan Twitter masih belum dipikirin untuk sampai besar tapi ke depan pengennya bikin rumah selai move on nanti disitu ada selai atau ada produk-produk lain dari teman-teman yang mungkin lagi move on juga masih ngumpulin modal sih karena kan besar,” ujarnya.

 

Punya produk inspiratif lainnya?