Go-Jek adalah sebuah revolusi teknologi. Aplikasi yang sudah tenar ini bertujuan untuk meminimalisir biaya dan waktu penggunanya dengan opsi transportasi yang bisa digunakan. Besarnya Go-Jek tak lepas dari sang penggagas, Nadiem Makarim, yang sekarang menjabat sebagai CEO Go-Jek. Nadiem dulu sempat mengira Go-Jek sebatas menjadi sebuah perusahaan ojek online saja. Namun nyatanya, hingga kini Go-Jek berkembang signifikan menjadi perusahaan berbasis teknologi, yang menyediakan berbagai jasa untuk penggunanya.

Salah satu yang menarik perhatian dari Go-Jek adalah pesatnya perkembangan Go-Jek, hingga dalam waktu singkat saja telah mampu mengeluarkan banya produk baru. Aplikasi yang semula bernama Green Bike ini memiliki beberapa produk, mulai dari ojek, layanan antar barang (Instant Courier), layanan antar makanan (Go-Food), dan produk terbarunya layanan belanja di swalayan (Go-Mart).

Go-Jek tidak memiliki armada sendiri, melainkan merekrut banyak mitra pengemudi, dengan motor milik mereka sendiri. Sempat pula Go-Jek dirancang untuk melayani semua permintaan jasa untuk belanja, namun Go-Jek memiliki konsep lebih besar dari itu.

Menanamkan Lima Dasar Prinsip Bekerja

Be fearless. Memiliki mental tangguh dalam menghadapi segala isu, “Kompetisi, regulasi pemerintah, dan kecelakaan adalah isu terbesar yang sering muncul di Go-Jek. Nyatanya kini Go-Jek telah mampu memperbaiki kondisi ekonomi 15 ribu keluarga, karena kami memiliki jumlah mitra pengemudi sebanyak itu. Oleh karena itu, mereka yang bekerja di Go-Jek adalah orang-orang tangguh” ungkap Nadiem.

Customer obsession. Hal ini di contoh Nadiem dari Amazon. “Semua pegawai Go-Jek juga menjadi pengguna Go-Jek. Mereka harus merasakan pengalaman yang dirasakan para pengguna Go-Jek,” jelasnya lagi.

Zero ego. Hilangkan segala urusan pribadi saat sedang bekerja di Go-Jek, karena segala yang dilakukan akan memiliki pengaruh besar terhadap perusahaan.

Data driven. Semua orang bebas mengajukan ide dan inovasi untuk pengembangan perusahaan. Namun Nadiem menekankan, bahwa harus disertai angka yang akurat agar dapat terukur segala bentuk perubahan.

Inspire others. Segala macam bentuk energy yang dikeluarkan diharapkan mampu menginspirasi orang-orang disekitarnya. Bahwa evaluasi yang dilakukan Go-Jek tidak dilihat berdasarkan KPI, melainkan pola tingkah masing-masing orang.

Untuk keuntungan dari Go-Jek terdapat pembagian 20/80. 20% untuk kantor dan 80% untuk driver. Terkadang para driver Go-Jek mendapatkan 10 sampai 20 pelanggan setiap harinya. Apalagi Go-Jek tak hanya melayani antar jemput orang saja. Tetapi juga mengirimkan paket, memesan makanan dan masih banyak yang lainnya. Kelebihan Go-Jek ini memang lebih banyak. Dari Go-Jek ini juga membantu kemacetan di Jakarta.