Tidak dapat dipungkiri bahwa ruang hijau sangat dibutuhkan di tengah keseharian. Ruang hijau dapat memberikan kesegaran di kala penat dan menjernihkan pikiran. Namun, sayang di wilayah perkotaan ruang hijau mulai jarang terlihat. Itulah yang menjadi kepedulian Nelza Yesaya Hehamahua yang bertekad bila ruang hijau makin sedikit, mengapa tidak menghijaukan ruang?

Latar belakang Nelza sebagai arsitek lanskap membuatnya paham bahwa kaum urban memiliki persamaan dalam hal terbatasnya lahan rumah. Banyak dari kliennya yang meminta solusi untuk menghadirkan lahan hijau dalam bidang tanah yang terbatas. Nelza kemudian mendapatkan ide untuk menghadirkan indoor plant yang cantik.

Lewat kokedama Nelza menemukan solusinya. Kokedama merupakan teknik menanam tanpa pot dengan menggunakan media lumut. Sesuai dengan media tanamnya, kokedama yang berasal dari Jepang ini berarti bola lumut. Supaya mudah dibuat di Indonesia, Nelza harus melakukan berbagai adaptasi misalnya mengganti lumutnya dengan lumut hitam yang berasal dari hutan Indonesia dan penggunaan tali goni untuk mengikatnya.

Saat dipasarkan pertama kali lewat akun Instagram @emilliegarden kokedama ciptaannya mendapat sambutan yang antusias. Hal ini dikarenakan teknik yang digunakan masih tergolong unik dan baru, juga menjawab tantangan masyarakat urban untuk memiliki taman cantik di dalam rumah sekaligus menghadirkan udara rumah yang lebih bersih dan dapat digunakan sebagai dekorasi.

Nelza selalu menekankan pada sifat dan karakter saat memilih tanaman yang digunakan untuk kokedama. Menurutnya, tidak semua tanaman bisa menjadi indoor plant, hanya tanaman yang tidak butuh banyak sinar matahari dan tidak perlu sering disiramlah yang sangat sesuai.

Nelza mengaku setelah booming, banyak yang melakukan usaha serupa dan hal tersebut berpengaruh pada omzetnya. Karena itulah, ia melebarkan sayap dengan membuka jalur penjualan lain seperti bekerja sama dalam mendekorasi kafe dan hotel. Emillie Garden juga membuka galeri yang menampilkan semua indoor plant, produk-produk rumah tangga dan taman, juga studio untuk workshop.

Agar menonjol di tengah pasar, Nelza memberi saran untuk berani menciptakan tren dan menawarkan hal baru ke pasar. Siapa tahu, produk yang kamu tawarkan menjadi ‘the next big thing‘ di Indonesia.