Klappertaart,  sensasi lembut dan manisnya bisa bikin ketagihan. Makanan khas Manado yang merupakan ‘warisan’ rasa dari Belanda ini kini mengalami ‘twist‘ di tangan Hanna Kasino.

Hanna Kasino melirik pasar klappertaart pada tahun 2005. Saat itu ia merasa bahwa pangsa pasar ini belum banyak pesaingnya. Terinspirasi dari sebuah brand makaroni panggang yang hanya menjual produk saja dan laris, putri dari komedian kondang Almarhum Kasino ini-pun memutuskan untuk membuat sendiri usahanya dengan menggunakan nama Hanna Klappertaart yang menggunakan resep turun-temurun.

Untuk membedakannya dari kompetitor saat klappertaart booming di tahun 2009, Hanna melakukan modifikasi dari resep tradisional. Salah satunya, bila klappertaart biasa dipanggang, Hanna menyajikan makanan ini dalam bentuk dingin – tanpa proses pemanggangan. Setelah dimasak, adonan didinginkan dan hanya matang di kompor sehingga teksturnya mirip seperti custard atau creme brulee.

Karena klappertaart buatanya tidak dipanggang, maka makanan ini tidak bisa jauh-jauh dari lemari pendingin. Di suhu yang panas, tidak sampai hitungan jam klappertaart akan cepat basi. Namun jika di suhu ruang seperti musim hujan, klappertaart dapat tahan hingga 6 jam. Namun jika sudah masuk lemari pendingin, klappertaart mampu bertahan hingga 12 hari.

Bahan pokok dengan kualitas terbaik dan tanpa pengawet menjadi unggulan, kadar gizi dan rendah kalori sudah teruji oleh Dinas Kesehatan PIRT dan Kandungan Nilai Gizi (Nutrition Fact). Tingkat kebersihan pun menjadi perhatian utama sehingga Hanna memutuskan untuk menggunakan food grade paper cup.

Hanna Klappertaart juga menyediakan 6 varian rasa. 3 varian dengan rum, 3 varian sisanya tanpa rum. Beberapa varian rasa yang menggunakan rum, antara lain Original Rum, Chocolate Rum, dan Low Calorie Blueberry. Sedangkan varian yang tanpa menggunakan rum, diantaranya Cheese, Almond, dan Low Calorie Tutti Fruitty.

Untuk menyicipi lezatnya klappertaart dingin ini, kamu bisa mencarinya di beberapa mall di ibukota, seperti The Food Hall Plaza Senayan, Senayan City, Pondok Indah Mall 2, Grand Indonesia, dan Plaza Indonesia.

 

Dengan sentuhan kreativitas, resep turun temurun menjadi sesuatu yang baru. Apakah kamu punya ide serupa? Ayo, share di sini!