Apa yang terpikir ketika mendengar kata jamu? Minuman herbal tradisional ini memang identik dengan wanita pemikul bakul berisi botol-botol berisi ramuan berjualan dari rumah ke rumah. Meski banyak khasiatnya, jamu tradisional mulai hilang ditelan zaman.

Tumbuh dan terbiasa meminum jamu yang dibuat oleh sang nenek membuat Nova Dewi Setiabudi memiliki cita-cita agar jamu bisa diterima oleh khalayak yang lebih luas lagi. Bukanlah hal yang mudah mengubah pemikiran orang banyak tentang jamu yang ‘kuno’ menjadi sesuatu yang kekinian. Namun, berkat kegigihan wanita ini dan ‘kafe jamu’-nya Suwe Ora Jamu, perlahan jamu bisa diterima di zaman serba modern ini.

Berawal dari kebiasaan Dewi dang sang suami yang gemar meminum jamu, mereka menemukan kesulitan saat mencari minuman favorit mereka di ibukota. Akhirnya mereka bersepakat untuk membangun sebuah tempat bagi para penikmat jamu di ibukota. Suwe Ora Jamu akhirnya didirikan pada tahun 2013 di Jakarta Selatan. Sang suami Uwi Mathovani, yang merupakan seorang desainer grafis untuk memberikan sentuhan kolaborasi desain modern dan tradisional dalam kafe jamu-nya. Lewat sentuhan desain terseubut, Dewi ingin agar kaum urban mau memberi tempat untuk minuman tradisional ini.

Tak disangka minat kaum urban ternyata melimpah. Mereka yang datang bukan hanya dari mereka yang sudah berumur, tapi juga mereka yang masih muda. Para konsumen bukan hanya memesan, tapi juga bertanya seputar khasiat minuman herbal yang disuguhkan di kafe jamu tersebut. Untuk memenuhi rasa ingin tahu pelanggan, kursus jamu akhirnya diadakan beberapa kali dalam sebulan. Uniknya, kaum ekspatriat mendominasi kursus tersebut. Para ekspat tidak hanya ingin menjadi penikmati tapi juga memahami latar belakang dan cara pembuatan minuman yang bagi mereka asing ini. Materi kelas jamu tak sebatas pengetahuan resep, tetapi juga khasiat bahan bakunya serta saran variasi jenis jamu yang diminum demi kesehatan.

Suwe Ora Jamu kini telah memiliki beberapa outlet. Dewi membeberkan kiatnya membesarkan brand ini, yaitu harus sabar melalui tiap prosesnya. Karena Suwe Ora Jamu bukan hanya memiliki tujuan untuk bisnis, tapi juga membudayakan minum jamu kepada masyarakat. Kemajuan Suwe Ora Jamu juga tak luput dari strategi pemasaran dan inovasi yang dilakukan, misalnya racikan jamu yang bervariasi memberikan rasa yang mengesankan. Dimulai dari ragam penyajian yang panas, dingin, hingga mocktail. Kemasannya-pun dibuat modern sehingga anak muda tertarik.

Kedepannya, Selain berharap Suwe Ora Jamu bisa makin maju di dunia kuliner, Dewi juga ingin memberikan pengetahuan akan khasiat bahan jamu yang tidak diketahui anak muda. Ya, Dewi memang tidak menilai jamu hanya sebatas pada khasiatnya, tapi bagaimana minuman tradisional Indonesia ini bisa mengajarkan pada dirinya tenang kesabaran dan hasil kerja para petani.