Bisnis penjualan susu kemasan belakangan makin menjadi tren. Apalagi, semakin banyak varian rasa yang ditawarkan. Bahkan baru-baru ini, Nyot, sebuah produk minuman kini menjadi salah satu alternatif cara minum susu yang beda bagi remaja dan dewasa.

Bukan hanya memasarkan varian rasa. Cara yang disuguhkannya justru terbilang unik, dan lucu. Produk susu itu dilengkapi dengan botol dan dot bayi. “Kebanyakan pelanggan Nyot adalah mereka para remaja dan dewasa. Jadi, saat ini tidak hanya bayi saja yang bisa nge-dot, tapi remaja pun bisa,” kata Alice Octavia pencetus ide dot itu.

Awal mula ia tertarik berbisnis di susu segar ketika ia melihat seorang bayi di mal sedang asyik nge-dot. Sebagai anak muda yang selalu ingin mencoba sesuatu yang baru, ia pun berpikir, kenapa orang dewasa tidak ikut memakai cara demikian.

“Saya membuat bisnis ini dengan nama Nyot. Karena minum susu dengan dot itu kan identik dengan dikenyot, maka kata Nyot yang dipilih,” jelasnya.

Terobosan yang dilakukannya disambut positif oleh pasar. Meski bisnisnya terbilang masih seumur jagung, dibuka sejak April 2015, Nyot sudah memiliki banyak pelanggan. Dengan sembilan rasa yang disajikan dari mulai taro, red velvet, regal, oreo, hingga green tea, Nyot mampu memikat banyak anak muda.image body

“Pasarnya bagus. Saat ini cara penjualannya masih dari bazaar ke bazaar. Tapi dari bazaar saja, untungnya sudah lumayan,” katanya. Diakuinya, selama tiga hari mengikuti bazaar, ia bisa menjual lebih dari 1.000 botol susu, dimana per botolnya dijual seharga Rp 35 ribu. Dari jumlah tersebut, ia masih bisa mendapat laba sekitar 100% dari modal.

“Ya, kalau dari bazaar saja, dalam tiga hari bisa menjual lebih dari 1.000 botol. Umumnya, mereka yang beli adalah para pelanggan sebelumnya. Mereka ada yang beli hingga belasan botol sekaligus,” katanya.

Menurutnya, prospek bisnis ini masih sangat bagus untuk terus dikembangkan. Buktinya, saat ini sudah banyak yang mengikuti jejaknya dengan membuat bisnis serupa yang sekaligus menjadi kompetitornya. Tapi soal ini ia tak khawatir, karena menurutnya, Nyot memiliki rasa yang berbeda dari yang lain.

“Yang penting, harus selalu ada inovasi rasa. Bisnis seperti ini harus selalu ada inovasi. Harus ada sesuatu yang baru agar konsumen tidak merasa bosan,” ujarnya. Untuk membuka bisnis ini, ia menghabiskan modal sekitar Rp 40 juta. Salah satu investasi yang cukup mahal adalah di packaging, dimana ia harus membeli ribuan botol dan dot untuk kebutuhan bisnisnya.