Mungkin selama ini banyak yang beranggapan bahwa orang kaya itu akan selalu kaya karena uangnya tidak terbatas dan bisa di investasikan untuk banyak bisnis. Ternyata anggapan itu keliru. Faktanya, ada cukup banyak orang kaya yang mengalami kebangkrutan. Bahkan ada di antara mereka yang akhirnya jatuh miskin.

Latar belakang orang kaya yang bangkrut pun beragam. Beberapa dari mereka kebanyakan adalah seorang pebisnis, olahragawan, hingga selebritis. Para pebisnis biasanya bangkrut karena hutang bisnis yang membengkak.

Namun, yang paling sering menjadi penyebab bangkrut adalah karena kurangnya pengetahuan seseorang tentang cara mengelola uang agar tidak habis. Berikut ini adalah 7 alasan orang kaya bisa bangkrut:

  1. Tidak Mengerti Cara Mengelola Uang

Ada orang yang mengatakan bahwa mereka yang punya banyak uang tapi tidak punya pengetahuan tentang cara mengelolanya, akan mengalami masalah besar, atau sama saja seperti tidak punya uang. Mereka yang tidak pernah dilatih tentang bagaimana cara mengelola keuangan, tidak punya pendidikan yang memadai tentang finansial, dan juga tidak punya penasihat keuangan, kemungkinan besar mereka hanya akan menyimpan uangnya di bank. Alasannya adalah karena bank dianggap sebagai tempat penyimpanan uang yang paling aman. Jika uang disimpan di bank. Tapi pengeluaran untuk biaya hidup besar, sama saja itu awal dari kebangkrutan orang kaya. Maka dari itu, pendidikan dan pengetahuan mengelola uang sangat penting agar terhindar dari kebangkrutan.

  1. Tidak Bisa Menolak Permintaan Orang lain

Ada beberapa orang kaya yang awalnya berasal dari keluarga sederhana atau bahkan dari keluarga tidak punya, dan menjadi tumpuan ekonomi anggota keluarganya. Bahkan ada saja keluarga atau orang terdekat yang ingin ‘kecipratan’ sehingga meminjam uangnya berkali-kali. Sialnya, seringkali uang yang dipinjam tidak dikembalikan.

Salah satu keterampilan agar bisa tetap menjadi orang kaya adalah kemampuan untuk menolak dan mengilangkan perasaan ‘tidak enak’ jika tidak memberikan uang kepada orang lain. Mungkin ada saja kerabat atau keluarga yang menganggap kita pelit, tapi hal ini penting dilakukan untuk menjaga keuangan kamu. Membantu keuangan keluarga dan kerabat memang adalah hal yang baik, lakukanlah dengan bijak. Kamu harus memperhitungkan pengeluaran agar kebaikan yang kamu lakukan tidak dimanfaatkan oleh orang lain.

  1. Tidak Bisa Membedakan Pengeluaran Buruk dan Pengeluaran Baik

Orang kaya yang punya pengetahuan tentang finansial pasti tahu bahwa aset adalah pengeluaran yang baik. Orang kaya sering kali melupakan ini, membeli aset bisa digunakan untuk membeli aset berikutnya, begitu seterusnya hingga orang kaya semakin kaya. Contohnya adalah membeli properti, misalnya rumah. Kita tahu bahwa setiap tahunnya harga propeti selalu mengalami kenaikan, dengan begitu nilai aset orang tersebut akan terus meningkat.

  1. Euphoria Emosial Saat Banyak Uang

Nah, ini sering terjadi pada orang kaya baru. Ketika seseorang yang dulunya belum pernah memiliki banyak uang, dan tiba-tiba memiliki banyak uang, biasanya orang tersebut akan merasa paling hebat dan merasa pintar dalam banyak hal, termasuk dalam hal pengeluaran uang. Jadi, jangan heran ketika orang kaya baru menghambur-hamburkan uangnya demi kesenangan sesaat. Seringkali dia ingin pamer kepada orang lain, dan ingin menunjukkan pada banyak orang bahwa dia mampu. Kebiasaan inilah yang bisa menguras banyak uang dan akan buruk akibatnya bagi keuangan untuk jangka panjang.

  1. Berinvestasi Tanpa Pengetahuan Finansial

Bagi orang kaya, berinvestasi adalah salah satu hal yang wajib dilakukan. Mereka melakukan ini dengan tujuan untuk ‘mengamankan’ uang untuk masa depan mereka. Namun, terjun ke dunia investasi tanpa pengetahuan yang memadai justru bisa berakibat buruk bagi keuangan seseorang. Ada saja orang yang ingin berinvestasi terlalu banyak mengeluarkan modal dan menguras uangnya. Jika investasi tersebut hanya ingin mendapatkan keuntungan semata, maka investasi tersebut bisa menjadi hal yang buruk saat kamu berinvestasi di lahan yang salah.

  1. Bergantung Pada Satu Sumber Pendapatan

Sebagian besar orang kaya memiliki sumber penghasilan dari beberapa tempat. Jadi, apabila salah satu sumber ‘tersumbat’ maka dia masih bisa mendapatkan penghasilan dari sumber yang lain.  Para pakar mengatakan dengan perumpamaan “jangan letakkan semua telurmu dalam satu keranjang”.

Namun, ada saja orang kaya yang membuat kesalahan dengan mengikat sebagian besar aset mereka pada satu tempat. Ketika bisnis tidak sesuai dengan rencana, mereka terpaksa menjual beberapa investasi mereka dengan harga yang lebih murah, atau meningkatkan hutang dengan mengamankan pinjaman atau menekan kredit.

  1. Terjebak Gaya Hidup Yang Salah

Gaya hidup yang salah dan terlambat disadari akan membawa petaka bagi seseorang. Ada beberapa kebiasaaan orang Indonesia yang sangat berpotensi menyebabkan seseorang menjadi bangkrut. Diantaranya adalah, kebiasaan belanja online, kebiasaan membeli gadget baru, kebiasaan menghabiskan waktu di tempat-tempat mahal, dan lain-lain. Bukan berarti kita tidak boleh melakukan kegiatan yang mengeluarkan uang tersebut, tapi sebaiknya sesuaikan dengan pengeluaran dengan kondisi keuangan.